Kabar gembira datang bagi calon peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/SMK tahun 2026. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) secara resmi mengubah jumlah soal mata pelajaran Matematika.
Perubahan ini sangat signifikan, di mana jumlah soal dikurangi menjadi 25 dari sebelumnya 30 butir. Keputusan ini diambil sebagai respons langsung atas keluhan yang disampaikan oleh para murid peserta TKA tahun 2025.
Apa Itu TKA SMA/SMK dan Mengapa Penting?
Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan salah satu bentuk asesmen standar yang dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif dan akademik siswa, khususnya jenjang SMA/SMK.
Meskipun sering dikaitkan dengan seleksi masuk perguruan tinggi, TKA juga bisa berfungsi sebagai alat evaluasi pencapaian belajar siswa secara nasional, memberikan gambaran mengenai kualitas pendidikan di berbagai daerah.
Bagi siswa, hasil TKA kerap menjadi penentu langkah selanjutnya dalam jenjang pendidikan atau karir mereka. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan pemahaman yang baik tentang format tes sangat krusial.
Kebijakan Baru: Lebih Sedikit Soal, Lebih Fokus?
Pengumuman dari Kemendikdasmen menegaskan bahwa mulai TKA SMA/SMK 2026, materi Matematika akan hanya terdiri dari 25 soal. Ini merupakan pengurangan sebanyak 5 soal atau sekitar 16,7% dari format sebelumnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan beberapa keuntungan, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi proses evaluasi secara keseluruhan. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah pengurangan jumlah soal akan membuat tes lebih efisien?
Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa pengurangan soal bisa berarti para siswa memiliki lebih banyak waktu untuk mengerjakan setiap butir soal, memungkinkan mereka untuk berpikir lebih dalam dan teliti.
Suara Murid Didengar: Awal Mula Perubahan
Poin penting dari perubahan ini adalah frasa, “Dengar keluhan murid peserta 2025.” Pernyataan langsung ini menunjukkan bahwa Kemendikdasmen benar-benar mendengarkan masukan dari lapangan.
