Dunia teknologi chip diguncang oleh kabar mengejutkan dari Arm, perusahaan desain semikonduktor asal Inggris yang telah menjadi tulang punggung miliaran perangkat elektronik di seluruh dunia.
Setelah puluhan tahun hanya melisensikan arsitektur prosesornya, Arm kini mengambil langkah drastis: mereka akan mendesain, membuat, dan menjual chip mereka sendiri.
Transformasi Bisnis Arm: Dari Lisensor Menjadi Pembuat Chip
Selama ini, model bisnis Arm sangat khas dan sukses. Mereka merancang Instruction Set Architecture (ISA) dan inti prosesor, kemudian melisensikannya kepada raksasa teknologi seperti Apple, Qualcomm, Samsung, dan NVIDIA.
Para lisensi ini kemudian mengintegrasikan desain Arm ke dalam System-on-Chips (SoC) mereka sendiri, yang kemudian menjadi otak dari smartphone, tablet, dan perangkat IoT yang kita gunakan sehari-hari.
Namun, era ini tampaknya akan bertransisi. Keputusan Arm untuk tidak hanya merancang tetapi juga membuat dan menjual chipnya sendiri menandai pergeseran fundamental dalam strategi bisnis mereka yang telah berlangsung puluhan tahun.
Meta Jadi Pengguna Perdana: Sebuah Kemitraan Strategis
Yang membuat langkah ini semakin monumental adalah pengumuman bahwa Meta, induk perusahaan Facebook dan Instagram, akan menjadi pengguna perdana chip buatan Arm ini.
Keterlibatan Meta bukanlah hal yang kebetulan. Sebagai raksasa teknologi dengan infrastruktur pusat data yang masif, Meta memiliki kebutuhan yang sangat spesifik untuk komputasi AI, metaverse, dan pemrosesan data yang efisien.
