TERUNGKAP! Pendiri Apple ‘Woz’ KECEWA BERAT dengan AI Saat Ini: Mengapa Dia Jarang Memakainya?

26 Maret 2026, 03:09 WIB

Image from inet.detik.com
Source: inet.detik.com

, sang legenda dan salah satu pendiri , baru-baru ini membuat pernyataan yang menggemparkan jagat . Di tengah hiruk pikuk inovasi , Wozniak justru mengaku tidak terlalu terkesan dengan perkembangan saat ini.

Menurutnya, yang ada sekarang cenderung mengecewakan, bahkan ia sendiri jarang menggunakannya. Pernyataan ini tentu saja menarik perhatian, mengingat posisi Wozniak sebagai pionir yang mengubah lanskap komputasi pribadi.

Wozniak dan Kekecewaan Terhadap AI Modern

saat ini mengecewakan saya,” demikian pengakuan lugas dari . Ungkapan ini menjadi sorotan karena datang dari sosok yang dikenal sebagai otak di balik perangkat-perangkat yang revolusioner seperti I dan Apple II.

Kekecewaan ini mengindikasikan bahwa bagi seorang visioner sekelas Wozniak, AI yang ada sekarang masih belum mencapai potensi sebenarnya, atau bahkan gagal memenuhi ekspektasi fundamental tentang kecerdasan.

Mengapa AI “Mengecewakan” bagi Seorang Visioner?

Meski tidak dijelaskan secara gamblang, ada beberapa kemungkinan mengapa Wozniak merasa kecewa. Salah satu alasan utamanya mungkin adalah batas kemampuan AI yang ada saat ini, yang sering disebut sebagai “narrow AI” atau AI sempit.

AI jenis ini sangat mahir dalam satu tugas spesifik, seperti bermain catur, mengenali wajah, atau membuat teks. Namun, ia tidak memiliki pemahaman umum atau kemampuan bernalar lintas domain seperti manusia.

Bagi Wozniak, seorang insinyur yang berorientasi pada inovasi transformatif, AI mungkin terasa seperti sekumpulan algoritma canggih yang hanya meniru, bukan benar-benar memahami atau menciptakan secara mandiri.

Ia mungkin mengharapkan “Artificial General Intelligence (AGI),” yaitu AI yang setara atau melebihi kecerdasan manusia dalam berbagai tugas kognitif, sebuah tujuan yang masih jauh dari kenyataan saat ini.

Kontras dengan Gemuruh Hype AI Saat Ini

Pernyataan Wozniak ini datang di tengah gelombang besar antusiasme terhadap AI generatif seperti ChatGPT, Google Bard, dan berbagai inovasi lainnya. Dunia sedang dibuat terkesima dengan kemampuan AI dalam menciptakan konten, menjawab pertanyaan kompleks, dan bahkan membuat kode program.

Perusahaan-perusahaan teknologi berlomba-lomba berinvestasi miliaran dolar, sementara masyarakat umum mulai merasakan dampak AI dalam kehidupan sehari-hari. Hype ini begitu besar, sehingga skeptisisme Wozniak terdengar kontras dan menyegarkan.

Pandangan Lain dari Para Tokoh Teknologi

Wozniak bukan satu-satunya tokoh teknologi yang menyuarakan pandangan kritis terhadap AI. Elon Musk, misalnya, telah lama memperingatkan potensi bahaya AI yang tidak terkontrol, sementara Bill Gates juga pernah menyatakan keprihatinan serupa.

Namun, ada juga Sam Altman dari OpenAI atau Sundar Pichai dari Google yang sangat optimistis tentang masa depan AI. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa diskusi tentang AI masih sangat dinamis, dan belum ada konsensus mutlak.

Filosofi Wozniak: Praktis dan Revolusioner

Untuk memahami kekecewaan Wozniak, penting untuk melihat kembali filosofi dan rekam jejaknya. dikenal sebagai seorang insinyur jenius yang fokus pada fungsionalitas, kemudahan penggunaan, dan inovasi yang benar-benar mengubah cara orang berinteraksi dengan teknologi.

Ia adalah tipe perancang yang membangun Apple I di garasi dengan komponen-komponen yang relatif sederhana, namun menghasilkan mesin yang revolusioner. Karyanya selalu tentang memberdayakan individu melalui teknologi yang intuitif dan praktis.

Apa yang Dianggap “Revolusioner” oleh Woz?

Bagi Wozniak, sebuah teknologi disebut revolusioner jika ia membuka peluang baru yang tak terduga, bukan hanya mengotomatisasi apa yang sudah ada. Ia mencari lompatan fundamental dalam pemahaman dan kapabilitas, bukan sekadar peningkatan performa yang bertahap.

Mungkin AI saat ini, dengan segala kemampuannya, masih dirasa Wozniak belum menghadirkan lompatan fundamental seperti penemuan mikroprosesor, antarmuka grafis, atau internet yang benar-benar mengubah paradigma.

Menuju AI yang Akan Mengesankan Sang Legenda

Jadi, AI seperti apa yang mungkin akan mengesankan Steve Wozniak? Mungkin AI yang tidak hanya cerdas dalam tugas sempit, tetapi juga mampu menunjukkan kreativitas sejati, empati, dan pemahaman kontekstual yang mendalam.

AI yang mampu menyelesaikan masalah kompleks di dunia nyata dengan cara yang benar-benar baru, bukan hanya memproses data. Yang paling penting, AI yang benar-benar memberdayakan manusia tanpa menimbulkan risiko etika atau sosial yang signifikan.

Kritik dari seorang Steve Wozniak sebenarnya adalah pengingat berharga bagi para pengembang AI. Ini adalah dorongan untuk tidak berpuas diri dengan apa yang ada, tetapi terus berjuang menuju tingkat yang lebih tinggi, lebih bijaksana, dan lebih transformatif. Hingga saat itu tiba, mungkin saja Wozniak masih akan menatap perkembangan AI dengan senyum skeptisnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang