Dunia kecerdasan buatan (AI) kembali diguncang isu panas. Kali ini, raksasa AI OpenAI menghadapi gugatan serius dari dua penerbit konten terkemuka dunia, Encyclopaedia Britannica dan Merriam-Webster.
Mereka menuduh bahwa model bahasa canggih OpenAI, GPT-4, telah secara ilegal menyalin atau “menghafal” sebagian besar dari karya-karya mereka yang berhak cipta. Gugatan ini menggarisbawahi pertempuran yang semakin intens antara inovasi AI dan perlindungan kekayaan intelektual.
Gugatan Bombastis: Mengapa GPT-4 Dituduh “Menghafal”?
Penerbit Encyclopaedia Britannica dan Merriam-Webster, yang terkenal dengan ensiklopedia dan kamus otoritatif mereka, melayangkan gugatan terhadap OpenAI. Inti tuduhan mereka adalah dugaan pelanggaran hak cipta skala besar.
Mereka mengklaim bahwa OpenAI telah menggunakan jutaan artikel dan definisi dari karya mereka untuk melatih model GPT-4 tanpa izin atau kompensasi yang layak. Penggunaan ini diduga memungkinkan GPT-4 mereproduksi konten mereka secara near-verbatim.
Bagaimana Penemuan “Hafalan” Ini Terjadi?
Pihak penggugat menyatakan bahwa mereka menemukan bukti “hafalan” ini melalui pengujian ekstensif. Ketika diberi pertanyaan atau prompt tertentu, GPT-4 dikatakan seringkali menghasilkan respons yang sangat mirip atau bahkan identik dengan entri-entri dalam Ensiklopedia Britannica atau definisi di Merriam-Webster.
