Bagaimana Pemompaan Air Tanah Memperlambat Rotasi Bumi?
Konsepnya dapat dipahami melalui prinsip fisika yang disebut konservasi momentum sudut. Bayangkan seorang atlet ice skater yang berputar. Ketika ia merentangkan lengannya, putarannya melambat; ketika ia menarik lengannya, putarannya akan lebih cepat.
Sama halnya dengan Bumi. Planet kita memiliki massa yang terdistribusi. Ketika kita memompa air tanah dari bawah permukaan Bumi dan mengalihkannya ke permukaan, sebagian besar berakhir di lautan atau menguap menjadi uap air di atmosfer, yang pada akhirnya akan kembali ke laut melalui presipitasi.
Perpindahan massa air dari lapisan bawah tanah ke permukaan dan lautan ini mengubah distribusi total massa Bumi. Ini seperti ice skater yang merentangkan lengannya, sedikit mengubah momen inersia Bumi dan akibatnya, memperlambat rotasinya.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal *Geophysical Research Letters*, antara tahun 1993 hingga 2010, manusia memompa sekitar 2.150 gigaton air tanah. Jumlah air sebanyak ini cukup untuk menaikkan permukaan laut global rata-rata 6,24 milimeter.
Penelitian tersebut secara eksplisit menyatakan: “Relokasi air tanah global menuju ke laut berkontribusi terhadap pergeseran kutub rotasi.” Pergeseran massa ini juga memiliki efek samping memperpanjang durasi hari di Bumi.
Dampak dan Konsekuensi Perubahan Rotasi Bumi
Seberapa signifikan perubahan durasi hari yang disebabkan oleh manusia ini? Para peneliti memperkirakan bahwa pergeseran sumbu rotasi Bumi yang disebabkan oleh pemompaan air tanah selama periode tersebut telah menggeser kutub geografis sebesar 78 sentimeter ke arah timur.
Pergeseran ini, bersama dengan redistribusi massa, berkontribusi pada perpanjangan hari sekitar beberapa milidetik selama periode tersebut. Angka ini mungkin terdengar sangat kecil dan tidak akan memengaruhi jadwal harian kita.
Namun, dalam skala waktu astronomi dan untuk aplikasi presisi tinggi seperti sistem navigasi satelit (GPS) dan observasi astronomi, perubahan sekecil apapun memiliki makna. Waktu yang sangat tepat diperlukan untuk menjaga agar sistem ini beroperasi dengan akurat.
