Rahasia Terungkap: Aktivitas Manusia Ternyata Bisa Bikin Hari di Bumi Lebih Panjang!

27 Maret 2026, 01:09 WIB

Image from inet.detik.com
Source: inet.detik.com

Tanpa kita sadari, Bumi tempat kita berpijak ini terus mengalami perubahan. Salah satu yang paling fundamental adalah durasi satu hari, yang kini diketahui perlahan-lahan semakin panjang. Dan yang mengejutkan, bukan hanya faktor alam, melainkan aktivitas manusia juga turut andil.

Fenomena ini mungkin terdengar sepele, namun di balik setiap detik yang bertambah, ada kisah kompleks tentang interaksi planet kita dengan alam semesta, dan kini, dengan jejak peradaban manusia. Mari kita telusuri lebih dalam bagaimana ulah kita bisa memengaruhi putaran Bumi.

Mengapa Durasi Hari di Bumi Berubah Secara Alami?

Secara fundamental, panjang hari di Bumi ditentukan oleh kecepatan rotasinya. Sejak miliaran tahun yang lalu, Bumi telah berputar, dan kecepatan putarannya tidak pernah sepenuhnya statis.

Faktor alam seperti gaya gravitasi Bulan memainkan peran krusial. Tarikan gravitasi Bulan pada lautan Bumi menciptakan pasang surut, yang kemudian menimbulkan friksi. Friksi ini, seiring waktu geologis, secara perlahan memperlambat .

Akibatnya, durasi hari di Bumi terus bertambah. Sebagai contoh, di masa dinosaurus, satu hari mungkin hanya berlangsung sekitar 23 jam. Ini adalah proses yang sangat lambat, hanya bertambah beberapa milidetik per abad, namun konsisten.

Studi Mengejutkan: Peran Manusia dalam Perpanjangan Hari

Namun, sebuah penemuan ilmiah baru-baru ini menambahkan dimensi lain pada cerita ini. Ilmuwan menemukan bahwa aktivitas manusia juga menjadi salah satu penyebab durasi hari di Bumi menjadi lebih panjang.

Secara spesifik, studi tersebut menyoroti pemompaan dalam skala besar sebagai pemicu utama. Ini adalah temuan yang mengejutkan, karena menunjukkan betapa jauhnya jangkauan dampak aktivitas antropogenik pada sistem planet kita.

Meskipun efeknya mungkin sangat kecil dibandingkan dengan perubahan geologis alami, fakta bahwa manusia dapat memengaruhi putaran planet adalah sebuah pengingat kuat akan jejak kita di Bumi.

Bagaimana Pemompaan Air Tanah Memperlambat Rotasi Bumi?

Konsepnya dapat dipahami melalui prinsip fisika yang disebut konservasi momentum sudut. Bayangkan seorang atlet ice skater yang berputar. Ketika ia merentangkan lengannya, putarannya melambat; ketika ia menarik lengannya, putarannya akan lebih cepat.

Sama halnya dengan Bumi. Planet kita memiliki massa yang terdistribusi. Ketika kita memompa dari bawah permukaan Bumi dan mengalihkannya ke permukaan, sebagian besar berakhir di lautan atau menguap menjadi uap air di atmosfer, yang pada akhirnya akan kembali ke laut melalui presipitasi.

Perpindahan massa air dari lapisan bawah tanah ke permukaan dan lautan ini mengubah distribusi total massa Bumi. Ini seperti ice skater yang merentangkan lengannya, sedikit mengubah momen inersia Bumi dan akibatnya, memperlambat rotasinya.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal *Geophysical Research Letters*, antara tahun 1993 hingga 2010, manusia memompa sekitar 2.150 gigaton . Jumlah air sebanyak ini cukup untuk menaikkan permukaan laut global rata-rata 6,24 milimeter.

Penelitian tersebut secara eksplisit menyatakan: “Relokasi air tanah global menuju ke laut berkontribusi terhadap pergeseran kutub rotasi.” Pergeseran massa ini juga memiliki efek samping memperpanjang durasi hari di Bumi.

Dampak dan Konsekuensi Perubahan Rotasi Bumi

Seberapa signifikan perubahan durasi hari yang disebabkan oleh manusia ini? Para peneliti memperkirakan bahwa pergeseran sumbu yang disebabkan oleh pemompaan air tanah selama periode tersebut telah menggeser kutub geografis sebesar 78 sentimeter ke arah timur.

Pergeseran ini, bersama dengan redistribusi massa, berkontribusi pada perpanjangan hari sekitar beberapa milidetik selama periode tersebut. Angka ini mungkin terdengar sangat kecil dan tidak akan memengaruhi jadwal harian kita.

Namun, dalam skala waktu astronomi dan untuk aplikasi presisi tinggi seperti sistem navigasi satelit (GPS) dan observasi astronomi, perubahan sekecil apapun memiliki makna. Waktu yang sangat tepat diperlukan untuk menjaga agar sistem ini beroperasi dengan akurat.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Rotasi Bumi

Penting untuk diingat bahwa pemompaan air tanah bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi . Fenomena alam skala besar seperti gempa bumi dahsyat juga dapat sedikit mengubah kecepatan rotasi.

Selain itu, pencairan gletser dan lapisan es kutub akibat juga menyebabkan redistribusi massa air dari daratan ke lautan, yang turut mempengaruhi momen inersia dan rotasi Bumi. Bahkan, pergerakan massa udara dan arus laut yang besar pun dapat memberikan efek minor.

Opini dan Pandangan ke Depan

Penemuan ini adalah pengingat yang kuat tentang dampak global yang tak terduga dari aktivitas manusia. Kita seringkali berfokus pada dampak lokal seperti kekeringan atau penurunan muka tanah akibat pemompaan air tanah.

Namun, studi ini membuka mata kita pada skala dampak yang lebih luas, di mana intervensi manusia terhadap sumber daya alam dapat memengaruhi bahkan dinamika fundamental planet kita. Ini menunjukkan betapa kompleksnya sistem Bumi dan betapa terhubungnya setiap tindakan kita.

Meskipun perpanjangan hari yang disebabkan oleh manusia saat ini relatif minimal, penemuan ini harus menjadi panggilan untuk pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan. Mengingat populasi dunia terus bertambah, kebutuhan akan air bersih juga meningkat.

Pengambilan air tanah yang berlebihan bukan hanya mengancam ekosistem dan pasokan air masa depan, tetapi juga, secara harfiah, memengaruhi cara Bumi berputar. Ini adalah bukti nyata bahwa kita adalah bagian integral dari sistem planet ini, bukan sekadar penonton.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang