Apple Corps merasa bahwa batas yang telah disepakati pada tahun 1981 mulai kabur dan bahkan dilanggar. Mereka berargumen bahwa dengan memproduksi komputer yang mampu menciptakan dan memutar musik, Apple Computer telah melanggar perjanjian untuk tidak berkecimpah di industri musik.
Resolusi dan Pembatasan Baru
Maka, pada tahun 1991, Apple Corps kembali mengajukan gugatan kedua. Sengketa ini jauh lebih pahit dan mahal dari yang pertama.
Akhirnya, pada tahun 1991, kedua belah pihak mencapai kesepakatan lagi. Kali ini, Apple Computer membayar sekitar $26 juta (setara lebih dari $50 juta hari ini) kepada Apple Corps.
Perjanjian baru ini memperjelas bahwa Apple Computer dapat menggunakan nama Apple untuk produk dan layanan yang berhubungan dengan reproduksi, pemutaran, dan distribusi suara, asalkan bukan pada “media fisik” (seperti CD atau kaset). Ini adalah celah yang kelak akan menjadi masalah besar di masa depan.
Era Digital Mengubah Segalanya: Perang Hak Cipta iTunes (2000-an)
Revolusi Musik Digital dan Kedatangan iTunes
Awal milenium baru membawa revolusi internet dan musik digital. File MP3 menjadi populer, dan industri musik berada di ambang perubahan besar. Pada tahun 2003, Apple Inc. (nama baru Apple Computer) meluncurkan iTunes Store.
Ini adalah toko musik digital yang memungkinkan pengguna membeli dan mengunduh lagu secara legal. iTunes Store dengan cepat menjadi platform distribusi musik terbesar di dunia, menawarkan jutaan lagu dari berbagai artis.
Ironisnya, lagu-lagu The Beatles, salah satu katalog musik paling berharga di dunia, tidak tersedia di iTunes Store. Ini karena sengketa yang belum tuntas, dan keputusan Apple Inc. untuk menjual musik digital dianggap oleh Apple Corps sebagai pelanggaran telak terhadap perjanjian 1991.
Pertempuran Hukum Paling Sengit
Pada tahun 2003, Apple Corps kembali mengajukan gugatan, kali ini yang paling berat dan terbuka di pengadilan Inggris. Mereka menuduh Apple Inc. secara langsung melanggar perjanjian 1991 dengan menjual musik melalui iTunes Store.
Apple Inc. berargumen bahwa iTunes Store adalah layanan distribusi data, bukan “media fisik” seperti yang disebutkan dalam perjanjian. Mereka mengklaim bahwa mereka tidak menjual musik secara langsung melainkan menyediakan platform untuk mengunduh data audio.
Pada tahun 2006, Pengadilan Tinggi Inggris memutuskan mendukung Apple Inc., menyatakan bahwa toko iTunes tidak melanggar merek dagang Apple Corps. Namun, ini hanyalah satu ronde; kedua belah pihak terus mencari resolusi di luar pengadilan untuk menghindari pertarungan hukum yang tak berujung.
Damai Abadi: Kesepakatan Bersejarah (2007) dan Kedatangan The Beatles di iTunes (2010)
Apple Bersatu (Secara Hukum)
Setelah bertahun-tahun sengketa yang melelahkan dan mahal, kedua perusahaan Apple akhirnya mencapai kesepakatan damai yang monumental pada 5 Februari 2007. Dalam perjanjian ini, Apple Inc. secara resmi mengakuisisi semua merek dagang yang terkait dengan nama “Apple” dari Apple Corps.
