Media sosial Threads baru-baru ini dihebohkan dengan sebuah aduan viral. Netizen melaporkan kasus parkir liar di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, melalui aplikasi JAKI yang digagas Pemprov DKI.
Namun, kehebohan tak berhenti di situ. Balasan atas laporan tersebut diduga menggunakan foto yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), memicu gelombang pertanyaan dan kekhawatiran publik.
Insiden bermula ketika seorang warga menggunakan fitur pelaporan di aplikasi JAKI untuk menindaklanjuti maraknya parkir liar yang mengganggu ketertiban di Pasar Rebo. Ini adalah upaya warga mendukung Jakarta yang lebih baik.
Yang menjadi sorotan adalah foto bukti penanganan yang diterima. Visual tersebut tampak tidak alami, dengan detail yang janggal dan pencahayaan yang terlalu sempurna, menguatkan dugaan bahwa itu bukan gambar asli dari lapangan.
JAKI: Harapan Warga Jakarta dalam Genggaman
Aplikasi Jakarta Kini, atau JAKI, merupakan platform inovatif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dirancang untuk mendekatkan pelayanan publik dan mempermudah interaksi warga dengan birokrasi.
Melalui JAKI, masyarakat dapat melaporkan berbagai masalah kota, mulai dari sampah, kemacetan, hingga pelanggaran seperti parkir liar. Tujuannya adalah menciptakan transparansi dan respons cepat dari pemerintah.
JAKI juga menawarkan beragam fitur lain, termasuk informasi cuaca, agenda kota, hingga pembayaran pajak. Ini adalah wujud komitmen Pemprov DKI dalam membangun smart city yang efektif dan efisien.
Parkir Liar: Penyakit Kronis Ibu Kota
Masalah parkir liar sudah menjadi momok lama bagi warga Jakarta. Keberadaannya tak hanya memperparah kemacetan tetapi juga merampas hak pejalan kaki dan mengganggu estetika kota.
