ITSEC Anak Usaha Mitra Kemenhan, Pelatihan Siber AI Rp1 Triliun Menggebrak.

17 Januari 2026, 00:42 WIB

PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mengumumkan pencapaian signifikan melalui anak usahanya, PT ITSEC Cyber Academy (ITSEC Cyber & AI Academy). Perusahaan berhasil mengamankan kontrak strategis senilai Rp1 triliun untuk menyelenggarakan pelatihan di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI). Kesepakatan ini menunjukkan komitmen kuat ITSEC dalam mengembangkan kapabilitas sumber daya manusia di sektor yang krusial.

Kontrak kerja sama ini ditandatangani dengan PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), sebuah perusahaan yang bermitra dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Pelatihan yang akan diselenggarakan selama empat tahun ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan operasional dan ketahanan jangka panjang di tengah dinamika ancaman siber global.

Ringkasan Penting

  • PT ITSEC Cyber Academy mengamankan kontrak pelatihan Siber dan AI senilai Rp1 triliun.
  • Kontrak kerja sama melibatkan PT RTN yang bermitra dengan Kementerian Pertahanan RI.
  • Pelatihan akan menggunakan kurikulum internasional dan menekankan keterampilan praktis.

Detail Kontrak Strategis

PT ITSEC Cyber & AI Academy, yang 99% sahamnya dimiliki oleh CYBR, akan menjadi pelaksana utama program pelatihan ini. Nilai kontrak mencapai 60 juta dolar AS, atau setara dengan Rp1 triliun, dengan masa pelaksanaan selama empat tahun sejak penandatanganan.

Dampak Signifikan Bagi Perusahaan

Manajemen CYBR menilai kerja sama ini memberikan dampak strategis yang signifikan bagi Perseroan. Kontrak ini tidak hanya memperkuat portofolio layanan edukasi dan pengembangan talenta di bidang keamanan siber dan AI, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi pendapatan melalui lini bisnis pelatihan, bergantung pada realisasi jadwal dan ruang lingkup layanan.

Keterlibatan Kementerian Pertahanan RI

Kementerian Pertahanan RI terlibat sebagai end-user melalui PT RTN. ITSEC Cyber & AI Academy akan berperan sebagai penyelenggara pelatihan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.

Pendekatan Pelatihan yang Komprehensif

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher, menjelaskan bahwa program pelatihan ini dirancang dengan pendekatan komprehensif dan relevan dengan tantangan nyata di lapangan.

Patrick menekankan pentingnya pendekatan yang mengintegrasikan penguasaan teknologi.

“Pelatihan yang dikembangkan ITSEC Cyber & AI Academy dirancang berbasis kebutuhan nyata dan standar global, dengan pendekatan yang menyatukan penguasaan teknologi software dan hardware dalam satu kerangka pembelajaran terintegrasi,” ujar Patrick dalam keterangan resminya.

Fokus pada Kesiapan Operasional

Program pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis semata.

“Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kesiapan operasional dan ketahanan jangka panjang melalui kurikulum yang adaptif terhadap dinamika ancaman siber global,” katanya.

Pendekatan ini memastikan peserta tidak hanya memahami teknologi secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya secara strategis di lingkungan operasional yang nyata.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang