China telah memulai langkah-langkah agresif untuk mengatur perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya yang berkaitan dengan konsep ‘manusia digital‘ atau digital human. Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran serius akan potensi dampak negatif, terutama pada anak-anak yang rentan terhadap kecanduan.
Regulasi ketat dari Beijing ini menandai titik balik penting dalam diskursus global tentang AI. Ini juga menjadi sinyal kuat bahwa inovasi teknologi harus diimbangi dengan pertimbangan etika dan perlindungan sosial yang mendalam.
Apa Itu Manusia Digital dan Mengapa Mereka Mengkhawatirkan?
Definisi dan Jenisnya
Manusia digital, atau digital human, adalah entitas AI yang dirancang untuk meniru interaksi, penampilan, dan bahkan emosi manusia. Mereka bisa berupa avatar realistis, asisten virtual, atau bahkan karakter game yang sangat canggih.
Tujuan utamanya adalah menciptakan pengalaman yang sangat imersif dan personal. Seringkali, interaksi ini sulit dibedakan dari manusia sesungguhnya, menjadikannya menarik namun juga berpotensi berbahaya.
