Morata, Oyarzabal, atau bahkan Joselu, semua memiliki kelebihan dan kekurangan. De la Fuente masih perlu menemukan formula terbaik atau pemain yang bisa menjawab keraguan di pos ujung tombak ini.
Kompetisi Internal yang Ketat
Ketatnya persaingan untuk memperebutkan tempat di skuad adalah berkah sekaligus tantangan. Di setiap posisi, ada setidaknya dua hingga tiga pemain berkualitas yang saling sikut. Hal ini memaksa setiap pemain untuk selalu memberikan performa terbaiknya.
Namun, di sisi lain, ini juga bisa menimbulkan dilema bagi pelatih dalam menentukan pilihan akhir, terutama saat mendekati pengumuman skuad final.
Pekerjaan Rumah di Lini Pertahanan
Meski memiliki bek-bek berpengalaman, koordinasi lini belakang Spanyol terkadang masih menjadi perhatian. Mereka rentan terhadap serangan balik cepat atau bola mati jika tidak fokus penuh.
De la Fuente harus memastikan lini pertahanannya kokoh, memiliki komunikasi yang baik, dan mampu beradaptasi dengan berbagai gaya serangan lawan di Piala Dunia 2026 nanti.
Mimpi Spanyol di Tanah Amerika (2026)
Piala Dunia 2026 di Amerika Utara (Kanada, Meksiko, AS) menawarkan kesempatan baru bagi Spanyol untuk mengulang kejayaan 2010. Dengan perpaduan pengalaman dan talenta muda yang menjanjikan, serta kerangka tim yang mulai terbentuk, asa untuk melangkah jauh sangat realistis.
Perjalanan masih panjang, dan banyak hal bisa berubah. Namun, fondasi telah diletakkan, dan Luis de la Fuente, dengan visinya, siap memimpin La Furia Roja menaklukkan dunia sekali lagi. Para penggemar hanya bisa menantikan kejutan apa lagi yang akan disiapkan oleh sang pelatih.
