Persija Jakarta masih berjuang keras di Super League 2025/26. Meskipun saat ini mereka tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung, semangat juang Macan Kemayoran tak sedikit pun padam.
Jarak sembilan poin menjelang akhir musim memang bukan selisih yang mudah untuk dikejar. Ini menempatkan Persija dalam posisi yang sangat menantang, membutuhkan performa luar biasa dan keberuntungan berpihak kepada mereka.
Strategi Pelatih dan Mental Juara
Pelatih kepala Persija, Mauricio Souza, menjadi garda terdepan dalam menjaga motivasi tim. Sosok asal Brasil ini dikenal dengan filosofi sepak bola menyerang dan mentalitas pantang menyerah yang ia tanamkan pada setiap pemain.
“Kami belum menyerah mengejar trofi juara,” tegas Souza, menunjukkan keyakinan penuhnya. Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan cerminan dari ambisi besar yang masih menyala di tubuh tim ibu kota.
Peluang Matematika dan Realita Lapangan
Secara matematis, peluang Persija memang masih ada. Namun, untuk bisa menyalip Persib, Persija tidak hanya wajib memenangkan semua sisa pertandingan mereka, tetapi juga berharap Persib terpeleset dalam beberapa laga.
Skenario ini memerlukan Persib Bandung untuk kehilangan setidaknya tiga hasil imbang atau satu kekalahan dan dua hasil imbang. Situasi yang tentu tidak mudah mengingat performa konsisten Maung Bandung sepanjang musim.
