Kejurnas Panahan 2025: Perekat Piramida Pembinaan, Lahirkan Atlet Hebat!

8 Januari 2026, 13:28 WIB

Supersoccer Arena di Kudus menjadi saksi bisu lahirnya bibit-bibit unggul panahan Indonesia. Gelaran MilkLife Archery Challenge – Kejuaraan Nasional Panahan Antarklub 2025 menjadi panggung bagi 1.360 atlet dari 116 klub untuk unjuk kemampuan. Ajang bergengsi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembinaan panahan di Indonesia dan mengantarkan para atlet meraih prestasi gemilang di kancah internasional.

Kejuaraan yang berlangsung selama 11 hari, mulai 9 hingga 19 Desember 2025, ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani). Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding bagi para atlet muda.

Rangkaian Kompetisi dan Tujuan Utama

Memperluas Kesempatan Atlet Muda

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Waketum II PB Perpani, Abdul Razak, menekankan pentingnya ajang ini dalam membangun struktur kompetisi yang lebih kokoh. Ia berharap kompetisi ini dapat memberikan kesempatan bagi atlet muda untuk menguji kemampuan dan menambah pengalaman bertanding di tingkat nasional.

“Kompetisi ini untuk memperluas kesempatan atlet muda menguji kemampuan dan menambah jam terbang mereka dalam pertandingan level nasional,” ujar Abdul Razak.

Mimpi Menuju Olimpiade

Abdul Razak juga berharap dari ajang ini akan lahir talenta-talenta emas yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia, termasuk Olimpiade.

Kategori Pertandingan yang Beragam

Kejuaraan Nasional Panahan Antarklub 2025 mempertandingkan empat divisi utama: Nasional, Compound, Recurve, dan Barebow. Selain itu, terdapat berbagai kelompok usia mulai dari U-10 hingga kategori umum dan veteran (di atas 30 tahun).

Banyaknya kategori ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi para atlet untuk bertanding dengan lawan yang sepadan, sehingga kemampuan mereka dapat terukur dengan lebih akurat.

Membangun Ekosistem Pembinaan yang Berjenjang

Upaya Melengkapi Ekosistem

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menjelaskan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya melengkapi ekosistem pembinaan panahan yang berjenjang.

Yoppy menjelaskan bahwa ajang ini adalah bagian dari upaya melengkapi ekosistem pembinaan panahan yang berjenjang.

“Mulai dari pengenalan di level usia dini lewat MilkLife Archery Challenge, berlanjut ke Kejurnas Junior dan Antarklub, hingga akhirnya bermuara ke Seleksi Nasional dan Pelatnas,” kata Yoppy.

Membangun Prestasi Gemilang

Yoppy Rosimin meyakini dengan ekosistem pembinaan yang kuat, para atlet panahan akan semakin termotivasi untuk berlatih dan meraih prestasi yang membanggakan bagi Indonesia.

“Kami berharap, dengan mata rantai ekosistem dan piramida pembinaan yang kuat ini, para atlet panahan dapat semakin termotivasi untuk berlatih dan mendulang prestasi yang membuat Indonesia digdaya,” tutur Yoppy.

Sejarah Gemilang dan Harapan Masa Depan

Yoppy juga mengingatkan kembali sejarah gemilang panahan Indonesia, yaitu sumbangan medali pertama di Olimpiade Seoul 1988 oleh Trio Srikandi. Prestasi terbaru, tim panahan Indonesia berhasil menyabet medali emas di SEA Games Thailand 2025.

“Dengan catatan prestasi tersebut, kami yakin bila ekosistem pembinaan atlet panahan dapat dipupuk dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia dapat berjaya di level yang lebih tinggi lagi seperti Olimpiade,” ucap Yoppy optimistis.

Bintang Muda Bersinar

Galeno Rubyan Ashia: Inspirasi untuk Prestasi

Salah satu bintang muda yang bersinar dalam kejuaraan ini adalah Galeno Rubyan Ashia dari klub Fast Kodamar DKI Jakarta. Keberhasilan Galeno menjadi inspirasi bagi atlet muda lainnya untuk terus berjuang dan meraih prestasi tertinggi.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang