Aisyahrani, seorang pengusaha kuliner, baru-baru ini menarik perhatian publik setelah responsnya yang dianggap bernada tinggi ketika ditanya mengenai dugaan pencatutan foto milik Chef Devina Hermawan untuk produk Pawon Bu Cetar. Kasus ini memicu kritik dari warganet yang merasa Aisyahrani tidak menunjukkan sikap yang seharusnya dalam situasi tersebut.
Dalam sebuah siaran langsung di media sosial, Aisyahrani menjelaskan bahwa gaya bicaranya yang ekspresif sering disalahartikan. Ia menegaskan, tidak ada niatan untuk meremehkan masalah yang sedang dihadapi. “Ketika saya berbicara, itu adalah cara alami saya berkomunikasi, terutama saat terkejut atau ingin meminta penjelasan,” ungkap Aisyahrani.
Gaya Bicara yang Ekspresif
Pada momen siaran langsung tersebut, Aisyahrani mengungkapkan bahwa nada bicaranya yang dianggap tinggi saat menanggapi pertanyaan bukanlah untuk bersikap konfrontatif. “Aku tuh kan kalau live kan gini. ‘Hah, siapa? Siapa?’ gitu. Jadi kesannya tuh kayak ngotot,” jelasnya. Ia menekankan bahwa responsnya adalah bentuk pertanyaan kepada timnya, bukan pada publik yang mempertanyakan kasus tersebut.
“Padahal, aku tuh ngototnya tuh bukan, ‘Masa, ke orang yang gak kenal aku ngotot.’ Bukan. Apaan sih? Siomay apa? Gitu. Kan aku gitu ya? Cara aku,” tambahnya.
Perbedaan Gaya dengan Syahrini
Aisyahrani juga membandingkan gaya bicaranya dengan sang kakak, Syahrini. Ia menjelaskan bahwa gaya live-nya jauh berbeda, dengan Syahrini yang lebih lembut dalam berbicara. “Saya kan gaya live-nya kan gitu. Apapun-apapun gitu. Apa? Hah, hah, kan gitu kalau saya live-nya. Beda sama Inces,” tegasnya. Ia berharap publik tidak menyamakan kepribadiannya dengan Syahrini.
Melalui klarifikasinya, Aisyahrani berharap agar publik dapat memahami bahwa ia tidak bermaksud untuk mengabaikan masalah yang ada. Respons emosionalnya lebih merupakan refleksi dari kepribadiannya yang ekspresif.







