JAKARTA, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan di DKI Jakarta selama sepekan mendatang. DKI Jakarta diprediksi bakal diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 28 Januari -2 Februari 2023. “Perlu diwaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah DKI Jakarta,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam siaran persnya, Sabtu (28/1/2023). Untuk itu, bagi masyarakat yang akan bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah selama pekan ini, sebaiknya menyiapkan payung, jas hujan, dan alat lain untuk memproteksi diri.
Sebab, curah hujan intensitas sedang hingga deras berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di sekitar wilayah tersebut, seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hingga gelombang tinggi. Terkait adanya potensi cuaca ekstrem ini, BMKG juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi antisipasi dampak yang bisa dilakukan masyarakat dan pihak-pihak yang berwenang. Berikut ini sejumlah rekomendasi yang dikeluarkan oleh BMKG mengenai cuaca ekstrem sepekan ke depan,
1.Instansi berwenang diminta memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.
2. Masyarakat dan instansi berwenang diminta melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.
3. Instansi berwenang diminta melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang.
4. Instansi berwenang diminta menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian pemerintah daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan atau pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi).
5. Stakeholder diminta lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi. 6. Masyarakat dan stakeholder diminta terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia.