Oleh: Ilyas || Ketua Umum IPMI-TU 2019-2020
“Seperti daerah lainnya, Touna butuh perubahan“
Kali ini pembahasannya bukan soal kemampuan Sumber Daya Alam Kabuten Tojo Una-una, tapi kali ini pembahasannya spesifik ke kontestasi politik pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung beberapa bulan mendatang.
Ada beberapa hal yang menjadi sorotan terkait kontestasi tersebut, diantaranya yaitu :
1. Keterlibatan anak muda dalam perhelatan kontestasi pemilihan kepala daerah
2. Keterlibatan pensiunan bahkan pejabat aktif yang rela pensiun dini hanya untuk ikut kontestasi
3. Keterlibatan politisi senior yang turun gunung.
4. Dan keterlibatan tokoh masyarakat berpengaruh lainnya.
Dari keempat poin diatas tersebut coba untuk kita asumsikan dan opinikan, sebab. Hal ini cukup menarik untuk dibahas menjelang kontestasi politik pemilihan kepala daerah di Kabupaten Tojo Una-una.
“Keterlibatan anak muda dalam kontestasi pemilihan kepala daerah”
Ada kutipan yang saat ini tidak asing ditelinga semua kalangan dan kutipan itu menjadi tameng yang selalu digunakan oleh oknum-oknum yang tidak punya senjata dalam mengargumntasikan apa kemampuan yang dimiliki oleh jagoan mereka. Ya, Betul sekali kutipannya yaitu Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kegoncangan dunia.
Mereka memahami kutipan itu hanya sebatas kalimat tanpa mendalami apa maksud dari kutipan tersebut. Tapi bukan itu yang perlu kita perdebatkan.
Dari beberapa pemuda yang aktif dalam ruang politik, akademisi, praktisi, pengusaha dan lain – lain di daerah hanya ada beberapa yang ingin ikut dalam kontestasi politik mendatang. Pertanyaannya sangat sederhana.
1. Apakah anak muda yg ingin bertarung mengetahui permasalahan dan mempunyai solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut?
2. Apakah dengan dipimpinya kekuasaan di daerah, bisa membuat daerah menjadi daerah yang maju dan berdaya?.
Dua pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang mungkin sudah sering dibahas di sudut-sudut tongkrongan semua kalangan. Akankah anak mudah bersedia untuk duduk dan beremuk, sebab kami sebagai anak muda ingin mengetahui apa isi kepala dari anak muda yang ingin bertarung. Kami tidak ingin esensi dari kaum pemuda akan dicederai hanya karena beberapa sampel pemuda yang Tidak benar-benar mewakili apa yang diinginkan oleh pemuda untuk kemajuan daerah. Keterlibatan anak muda tentu menjadi angin segar bagi kelompok pemuda saat ini, karena dengan adanya perwakilan mereka, tentu aspirasi mereka akan teraminkan.
Tapi perlu diketahui, bahwa anak muda yang kompeten dan mempunyai value adalah anak muda yang pandai bernarasi untuk kepentingan banyak orang, bukan kepentingan pribadi,k kelompok dan keluarganya. Serta anak muda yang pandai dalam mengeksekusi. Bukan yang memporak-porandakan tatanan yang sejatinya tidak tertata rapi saat ini.
Banyak yang berasumsi kehadiran gerbong pemuda belum tentu menjadi solusi terhadap permasalahan yang saat ini dihadapi oleh daerah. Sehingga muncul keraguan bahwa kehadiran gerbong pemuda hanya menjadi polusi. Siapapun anak muda yang mendapatkan kesempatan untuk bertarung, berilah keyakinan dan buktikan bahwa gerbong pemuda Touna sama seperti yang dikatakan oleh Bung Karno. Bukan hanya sekedar pemuda tetapi pemuda yang kompeten. Jika perlu hadirlah dalam forum-forum perdebatan dan adu gagasan.
Semua ingin solusi bukan polusi, Tojo Una-una butuh perubahan bukan kemunduran. Saatnya anak muda berperan. Bukan baperan.







