Atas hal tersebut maka dipastikan bahwa belum ada singkronisasi atas pengejawantahan demokrasi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi dan kurangnya pendidikan politik terhadap pemilih pemula, tentunya sangat dipengaruhi oleh letak geografis masyarakat setempat. Kurangnya akses jaringan internet tentunya sangat mempengaruhi terhadap tingkat kognitif pemilih pemula yang berada di Paguyuman Pantai. Untuk meminimalisir hal tersebut perlunya sosialisasi terhadap pemilih pemula untuk meningkatkan kesadaran pemilih pemula.
Dalam menumbuhkan kesadaran politik pemilih pemula tentunya memerlukan berbagai pihak, seperti orang tua, guru, keluarga, lingkungan sekitar, partai politik, Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum demi untuk mencerdasarkan para pemilih pemula serta dapat memilih dan memilih siapa calon yang terbaik. Dengan demikian bahwa pemilih pemula tidak terjebak dalam permainan politik oleh oknum-oknum tertentu. Sehingganya melalui pendidikan politik dapat meningkatankan prefrensi politik pemilih pemula serta menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas.
Penulis : Ais Nurdin
Mahasiswa Ilmu Hukum Kemasyarakatan (IHK)
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Universitas Negeri Gorontalo







