Gorontalo – ARTIKEL — Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo menjadi simpul vital transportasi laut di Teluk Tomini, menghubungkan masyarakat pesisir dengan berbagai wilayah di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Fungsi strategisnya sebagai jalur mobilitas warga dan pengangkut logistik membuat pelabuhan ini menjadi tulang punggung transportasi regional. Namun, kondisi fasilitas yang belum optimal menimbulkan sejumlah tantangan bagi kenyamanan dan keselamatan penumpang.
Salah satu permasalahan paling menonjol adalah gangway atau jalur khusus penumpang yang saat ini belum berfungsi. Gangway berperan penting sebagai jalur penghubung antara dermaga dan kapal, yang seharusnya memudahkan penumpang naik dan turun dengan aman. Ketiadaan jalur ini memaksa penumpang menggunakan jalur alternatif yang tidak memadai, berpotensi membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penumpang dengan barang bawaan banyak.
Selain itu, ruang tunggu penumpang masih terbuka dan minim fasilitas. Kondisi ini membuat penumpang terpapar cuaca panas terik di siang hari dan hujan saat musim penghujan. Kapasitas kursi juga sangat terbatas, hanya tersedia 32 unit, yang jelas tidak memadai terutama pada musim mudik atau liburan, saat jumlah penumpang meningkat secara signifikan. Kurangnya fasilitas penunjang lain seperti toilet bersih, mushola, kantin, dan area parkir yang tertata rapi juga menambah daftar persoalan yang perlu segera ditangani.
Dari sisi keselamatan, modernisasi fasilitas navigasi dan peralatan darurat sangat diperlukan. Saat ini, peralatan keselamatan seperti life jacket dan sekoci tersedia, namun pemeliharaan rutin dan pemeriksaan berkala masih minim, sehingga efektivitasnya saat kondisi darurat belum optimal. Perbaikan infrastruktur ini menjadi salah satu syarat penting untuk memenuhi standar keselamatan nasional.
Langkah strategis yang perlu ditempuh antara lain pengaktifan gangway sebagai prioritas utama untuk memfasilitasi akses penumpang yang aman dan nyaman. Selain itu, pembangunan ruang tunggu tertutup yang lebih layak, penataan ulang area parkir agar tidak menimbulkan kemacetan, serta peningkatan fasilitas pendukung seperti toilet, mushola, kantin, dan area penjualan tiket modern akan meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh.Penggunaan teknologi digital juga menjadi salah satu solusi yang dianjurkan. Penerapan sistem informasi penumpang berbasis aplikasi atau layar digital untuk jadwal kapal, kapasitas penumpang, dan informasi cuaca dapat membantu pengelolaan arus penumpang dan mengurangi kepadatan di dermaga. Integrasi teknologi navigasi yang lebih canggih juga akan mendukung kelancaran operasional kapal, meningkatkan keamanan, dan mengurangi risiko kecelakaan laut.
Dukungan dari pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, serta operator pelabuhan sangat diperlukan agar pelabuhan ini dapat berkembang menjadi simpul transportasi laut yang modern, aman, dan nyaman. Dengan perbaikan fasilitas fisik, teknologi, dan layanan penunjang, Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo diharapkan tidak hanya melayani masyarakat secara efektif, tetapi juga mampu bersaing sebagai pelabuhan yang terpercaya dan memenuhi standar nasional, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi pesisir dan mobilitas regional di Sulawesi Utara.
Peningkatan kualitas layanan pelabuhan juga diyakini akan berdampak positif pada sektor pariwisata dan perdagangan lokal. Dengan fasilitas yang memadai, wisatawan dan pelaku usaha dapat memanfaatkan jalur transportasi laut ini lebih maksimal, mendorong aktivitas ekonomi dan memperkuat peran Gorontalo sebagai hub maritim di Teluk Tomini.
Secara keseluruhan, revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga transformasi layanan yang mencakup keselamatan, kenyamanan, efisiensi operasional, dan pemanfaatan teknologi. Dengan langkah terencana dan dukungan berbagai pihak, pelabuhan ini berpotensi menjadi contoh pengelolaan transportasi laut yang profesional dan berstandar nasional.







