Baca Juga : Relevansi Hakikat Kultural Politik dengan Netralitas Politik Birokrasi
Meminjam istilah yang digunakan Mahatma Ghandi saat memperjuangkan kemerdekaan India dari bangsa asing “demokrasi yang sejati atau swaraj (pemerintahan sendiri) bagi rakyat banyak tidak akan pernah dicapai dalam usaha yang semu atau melaluli usaha kekerasan. Melayakkan alasan dengan timbangan alami atas penggunaaan upaya semacam itu sama saja dengan menyingkirkan penentangnya melalui penindasan atau permusuhan terhadap pihak lawan. Alhasil, usaha-usaha tindak kekerasan menciptakan kebebasan perorangan yang terbelenggu. Sebab, kebebasan ruang demokrasi yang dimaksud, hanya akan berjalan di bawah pemerintahan yang didasarkan pada ahisma (anti kekerasan) yang sungguh-sungguh sejati.”
Melihat apa yang akhir-akhir ini terjadi di negeri kita, tidak dapat dinafikan dan perlunya penegasan yang kuat bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia telah tercerabut dari akarnya. Bahwa ada diskriminasi yang telah dilakukan kepada sebagian golongan yang dianggap hina dan rendah. Realitas carut-marut yang sudah menjadi rahasia umum di mana hak dan kewajiban setiap masyarakat di negeri ini selalu dirampas oleh kekuasaan politik.







