Zakat Nasional 2025: Rahasia Bappenas Dongkrak Ekonomi Indonesia

28 Agustus 2025, 18:43 WIB

Zakat: Pilar Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun per tahun menyimpan kekuatan besar untuk pembangunan Indonesia. Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menekankan peran krusial zakat dalam Rakornas BAZNAS 2025. Beliau mengapresiasi konsistensi BAZNAS dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.

Pungkas menjelaskan, meski angka kemiskinan telah turun di bawah 10 persen, ketimpangan masih menjadi tantangan utama. Zakat, menurutnya, bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan juga pendayagunaan masyarakat untuk keluar dari jerat kemiskinan. Sinkronisasi program BAZNAS dengan pemerintah juga amat penting.

“Kemiskinan kita sudah turun drastis, sekarang sudah di bawah 10 persen. Namun yang menjadi perhatian adalah ketimpangan. Di sinilah zakat berperan penting, tidak hanya membantu secara konsumtif, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar dapat keluar dari kemiskinan,” ungkap Pungkas.

Integrasi program BAZNAS di tingkat daerah ke dalam RPJMD, kata Pungkas, akan memperkuat daya ungkit pencapaian target RPJMN. Program daerah harus selaras dengan program nasional. BAZNAS di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota perlu memastikan programnya tercantum dalam RPJMD.

“RPJMD di daerah harus mengikuti RPJMN. Karena itu, BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota perlu memastikan programnya tercantum dalam RPJMD, sehingga daya ungkitnya lebih besar,” jelasnya.

Optimalisasi potensi zakat membutuhkan strategi ekosistem yang mendorong masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat menjadi kunci utama keberhasilan.

“Tantangannya adalah bagaimana potensi itu bisa terealisasi dengan menciptakan ekosistem yang mendorong masyarakat untuk tahu, mau, dan mampu menunaikan zakat. Faktor kepercayaan kepada lembaga pengelola zakat menjadi kunci utama,” tegas Pungkas.

Zakat berperan sebagai instrumen penting untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Kontribusi BAZNAS sangat menentukan keberhasilan menurunkan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan. Indonesia yang maju dan sejahtera dengan kemiskinan mendekati nol dan kesenjangan yang minimal merupakan cita-cita bersama.

“Kita ingin menuju Indonesia yang maju dan sejahtera, dengan kemiskinan mendekati nol dan kesenjangan yang semakin kecil. Peran BAZNAS dalam mendukung tujuan besar ini sangat strategis,” terang Pungkas.

Pungkas merekomendasikan penguatan tata kelola zakat dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas. Hal ini akan melengkapi keterbatasan anggaran pemerintah. Pembiayaan non-pemerintah, seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf, sangat penting.

“APBN kita terbatas, sehingga peran pembiayaan non-pemerintah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf menjadi sangat penting. Dengan tata kelola yang baik dan dukungan digitalisasi, zakat akan semakin besar kontribusinya bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Rakornas BAZNAS 2025 memperkuat komitmen sinergi dengan pemerintah dalam pengelolaan zakat untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional. Dengan pengelolaan yang baik dan terintegrasi, zakat dapat menjadi pengungkit utama kesejahteraan rakyat Indonesia.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang