Warning Bupati Boalemo: Pengelola Dapur MBG Wajib ‘Double Check’ Kualitas Makanan Siswa!

25 Februari 2026, 07:03 WIB

Warning Bupati Boalemo Pengelola Dapur MBG Wajib 'Double Check' Kualitas Makanan Siswa!

PENADATA.COMBOALEMO –  , bersama Wakil Lahmuddin Hambali merespons cepat kritik masyarakat terkait menu dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di sejumlah sekolah di wilayah .

didampingi Lahmuddin Hambali memimpin rapat koordinasi bersama jajaran SPPG dan pengelola Dapur MBG guna membahas polemik menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama bulan Ramadhan.

Rapat tersebut digelar menyusul adanya masukan dan kritik dari masyarakat terkait komposisi menu MBG yang dinilai belum lengkap,

khususnya terkait ketersediaan susu Selama Ramadhan, Dapur MBG membagikan menu kering yang terdiri dari roti tawar, telur rebus, tahu, tempe, buah, abon, dan kacang. Namun, sejumlah pihak menilai menu tersebut belum memenuhi harapan anak-anak penerima manfaat.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang sangat baik karena bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak, mulai dari dalam kandungan hingga jenjang SMA.

Menurutnya, kritik dan masukan yang berkembang saat ini harus ditindaklanjuti sebagai bagian dari proses evaluasi dan perbaikan.

“Keluhan yang masuk saat ini masih sebatas ketidaksesuaian menu dengan harapan anak-anak, belum sampai pada persoalan yang lebih fatal. Ini harus kita jaga bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Bupati.

Bupati juga menyinggung sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi di luar daerah, yang umumnya disebabkan oleh lauk berbahan ikan. Ia bersyukur kualitas ikan di masih sangat segar. Bahkan, untuk menu lauk seperti ikan tuna—yang di beberapa daerah jarang digunakan karena mahal—masih dapat tersedia di .

Lebih lanjut, Bupati meminta pengelola Dapur MBG melakukan pengecekan ganda (double check) terhadap kualitas dan kuantitas makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.

Ia menegaskan bahwa program ini memang belum sepenuhnya sempurna, namun tidak boleh berlindung pada ketidaksempurnaan tersebut.

“Program ini harus terus diperbaiki agar berjalan optimal. Ini menyangkut masa depan generasi penerus daerah,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Dapur MBG mengakui bahwa ketersediaan susu yang memenuhi standar persyaratan mengalami kelangkaan di . Namun, untuk bahan menu lainnya sebagian besar dapat diperoleh dari wilayah , sehingga turut mendukung perputaran ekonomi lokal.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lahmuddin Hambali meminta agar waktu pendistribusian makanan selama Ramadhan dapat diatur kembali. Ia mengingatkan agar pembagian makanan pada pagi hari dipertimbangkan secara matang, karena dikhawatirkan dapat memancing anak-anak untuk membatalkan puasa.

Pemerintah Kabupaten mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pelaksanaan Program MBG agar semakin baik dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak di Kabupaten Boalemo.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang