Penadata.com, Boalemo – Sejumlah masyarakat Desa Tapadaa yang tergabung dalam kelompok masyarakat penerima bantuan sapi program bantuan ketahanan pangan, mengaku berterima kasih atas direalisasikannya 15 ekor sapi untuk 5 kelompok masyarakat peternak.
Tak hanya itu, mereka bahkan mengapresiasi program ketahanan pangan berupa bantuan sapi dengan sistem guliran tersebut, karena nantinya dapat meningkatkan produksi pangan lokal dan memperkuat ketahanan pangan di Desa Tapadaa.
Hal ini tentunya wajar, sebab bantuan sapi tersebut akan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat penerima bantuan dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan peternak lokal yang ada di Desa Tapadaa.
“Terima kasih Ayahanda Desa Tapadaa sebab telah merealisasikan program ketahanan pangan melalui bantuan sapi. Kami selaku warga masyarakat sangat mengharapkan program ketahanan pangan di Desa Tapadaa dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh warga,” beber Rian Hulalunggi, salah satu warga masyarakat penerima bantuan sapi.
Sementara itu, Kepala Desa Tapadaa, Risden Pakaya, mengharapkan agar 15 ekor sapi yang berasal dari program ketahanan pangan tersebut, dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat setempat.
“Program sapi ini sifatnya guliran, dalam arti bahwa semua anggota kelompok yang tergabung di 5 kelompok yang telah terbentuk, akan mendapatkan guliran anak sapi yang telah berkembang dari indukan sapi sebelumnya,” beber Risden.
Risden mengaku optimis bahwa program ketahanan pangan berupa pengembangan sapi dengan sistem guliran, akan berhasil di Desa Tapadaa.
Bahkan, lanjut Risden, direalisasikannya program ketahanan pangan dalam bentuk bantuan sapi kemasyarakat, tidak lain untuk meningkatkan produksi dan kualitas produk peternakan dalam mendukung keberlanjutan ketahanan pangan di Desa Tapadaa.
“Saya sangat optimis, program ini akan sukses di Desa Tapadaa, dengan senantiasa memantau perkembangannya, bahkan bila perlu saya akan melakukan pendampingan intens dengan melibatkan pihak teknis dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Boalemo terkait pemeliharaan sapi itu sendiri,” kata Risden.







