Skandal Himateta Unsri: Pembinaan Mahasiswa Baru Terbongkar?

25 September 2025, 18:12 WIB

Insiden di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, di mana mahasiswa baru dipaksa saling mencium kening, telah menyita perhatian nasional. Video kejadian tersebut memicu kecaman publik dan tuntutan agar perguruan tinggi lebih serius menjamin keselamatan dan kenyamanan mahasiswa baru selama kegiatan pengenalan kampus.

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar M. Simatupang. Ia menekankan pentingnya proses pembinaan mahasiswa baru yang terencana, terkendali, dan berlandaskan nilai kemanusiaan. Setiap pihak yang terlibat harus bertanggung jawab untuk memastikan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.

“Setiap insan dan lembaga terlibat harus akuntabel untuk menjamin ruang kampus yang aman dan inklusif,” tegas Togar.

Kementerian telah menerima laporan resmi dari Rektor Unsri. Laporan tersebut menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil, termasuk penghentian seluruh kegiatan Himateta, pembekuan organisasi selama setahun, dan pembentukan tim investigasi. Unsri menunjukkan keseriusan dalam menegakkan aturan dan mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Namun, tindakan Unsri tidak berhenti pada sanksi administratif. Ketua dan Wakil Ketua Himateta, Ketua Angkatan 2023, serta seluruh panitia telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Unsri kini menangani investigasi dan akan merekomendasikan sanksi yang proporsional.

Kasus ini memicu diskusi mengenai kegiatan pengenalan mahasiswa baru. Banyak yang berpendapat bahwa aktivitas yang melibatkan pemaksaan fisik harus dihapuskan karena bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan. Kampus didorong untuk menciptakan program pembinaan yang lebih mendidik dan membangun karakter, seperti pelatihan kepemimpinan, pembekalan etika akademik, dan penguatan solidaritas tanpa kekerasan.

Kemdiktisaintek berharap agar semua perguruan tinggi menjadikan insiden di Unsri sebagai pelajaran berharga. Dengan komitmen bersama, pembinaan mahasiswa dapat difokuskan untuk membangun karakter positif, mendorong kreativitas, dan menumbuhkan rasa hormat antar civitas akademika. Hal ini akan menghasilkan kampus yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan mahasiswa secara optimal.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang