Tojo Una-Una – Aliansi Masyarakat Nelayan Pesisir Tojo Una-Una menggelar aksi demonstrasi menolak rencana survei seismik dua dimensi (2D) atau aktivitas pengeboran migas di wilayah laut Kabupaten Tojo Una-Una, Selasa (23/12/2025).
Aksi tersebut mengusung tagline “Nelayan Melawan” sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang dinilai mengancam ruang hidup nelayan.
Dalam aksi itu, massa yang terdiri dari nelayan dan mahasiswa menyuarakan kekhawatiran atas dampak survei migas terhadap ekosistem laut serta keberlanjutan mata pencaharian nelayan tradisional. Mereka menilai aktivitas seismik berpotensi merusak biota laut, mengganggu jalur tangkap ikan, hingga mempersempit ruang kelola nelayan pesisir.
Selain menolak survei migas, aliansi nelayan juga menyampaikan sejumlah tuntutan keras yang tertuang dalam selebaran aksi. Pertama, mereka mendesak DPRD Kabupaten Tojo Una-Una untuk mengeluarkan sikap resmi berupa penolakan terhadap seluruh aktivitas survei migas di wilayah perairan Touna.
Kedua, massa aksi meminta Bupati Tojo Una-Una segera mencopot Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tojo Una-Una. Tuntutan ini dilandasi anggapan bahwa dinas terkait dinilai tidak berpihak pada kepentingan nelayan dan gagal melindungi sektor perikanan daerah.
Ketiga, aliansi nelayan mendesak Polres Tojo Una-Una agar meningkatkan patroli keamanan di wilayah perairan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi nelayan saat melaut serta mencegah potensi konflik dan intimidasi di laut.
Aksi demonstrasi berlangsung di sejumlah titik strategis, yakni Mapolres Tojo Una-Una, Kantor Dinas Perikanan, Kantor Bupati Tojo Una-Una, hingga Kantor DPRD Tojo Una-Una. Di setiap lokasi, massa secara bergantian menyampaikan orasi dan tuntutan mereka.
Peserta aksi meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar tidak mengabaikan suara nelayan sebagai pihak yang paling terdampak langsung oleh kebijakan eksplorasi sumber daya alam di wilayah pesisir.







