Rahasia di Balik Pameran Seni SBY: Inovasi Mengejutkan Dunia

9 September 2025, 21:02 WIB

SBY Art Community menggelar pameran seni lukis bertajuk “Art for Peace and a Better Future” di ASHTA District 8, SCBD Jakarta. Pameran ini, dibuka resmi pada 6 September 2025, merupakan wujud nyata kepedulian seniman terhadap isu-isu kemanusiaan dan lingkungan global.

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai pendiri komunitas ini, menekankan peran seni sebagai bahasa universal yang mempersatukan. Pameran tersebut, yang berlangsung hingga 5 Oktober 2025, menampilkan karya-karya yang mengedepankan semangat perdamaian, keberlanjutan, dan harapan lintas generasi.

“Hadirnya pameran ini sebagai bentuk seniman peduli pada masalah kehidupan, baik bangsa Indonesia maupun bangsa-bangsa lain. Seniman juga ingin menjadi bagian dari solusi, sebagaimana kita semua mencintai kedamaian dan perdamaian,” ungkap SBY saat pembukaan pameran.

Pameran yang terbuka untuk umum ini menampilkan 31 karya lukis dari kolaborasi empat institusi seni nasional—FSRD ISI Yogyakarta, FSRD ISI Surakarta, FSRD ITB, dan FSRD IKJ—beserta lima pelukis profesional independen, termasuk SBY sendiri.

Karya kolaboratif monumental berukuran 2,5 x 7 meter menjadi sorotan utama. Lukisan berjudul “Destruction Ruins, Peace Paints” merupakan adaptasi visual dari video musik “Save Our World,” sebuah seruan artistik untuk menyelamatkan bumi dan memperkuat solidaritas global.

Selain karya kolaboratif, delapan lukisan pribadi karya SBY juga dipamerkan, merefleksikan pandangan pribadinya tentang perdamaian, kemanusiaan, dan kecintaan pada Tanah Air.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyebut pameran ini sebagai momentum kolaboratif yang bermakna, tak hanya menampilkan estetika, tetapi juga memperkuat nilai ekonomi kreatif.

“Kita menghadiri sebuah momen yang bermakna yaitu pameran yang tidak hanya menampilkan estetika namun juga merupakan ikhtiar penguatan nilai ekonomi dari sebagai karya lukisan dengan sentuhan inovasi dan kreativitas,” jelas Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Ediwan Prabowo, Ketua Koordinator SBY Art Community, menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan lebih dari sekadar pameran seni.

“Setiap karya yang ditampilkan dibuat secara sungguh-sungguh, serius dan mendalam dalam kreatif. Setiap karya membawa pesan tentang empati, kehidupan, dan harapan masa depan. Pameran ini ingin menunjukkan bahwa seni bukan hanya untuk dilihat, tapi juga untuk dirasakan. Itulah sebabnya kami memilih menyelenggarakan pameran di mall, sebuah ruang publik yang dekat dengan masyarakat luas, agar seni bisa hadir lebih inklusif dan menjangkau semua kalangan,” ujar Ediwan.

Pameran ini dikuratori oleh Suwarno Wisetrotomo dan Rizki Akhmad Zaelani, dua kurator nasional terkemuka. Mereka menekankan peran seni sebagai ruang dialog reflektif untuk merespons isu-isu kemanusiaan dan lingkungan.

Untuk edukasi publik, pameran ini juga menyelenggarakan program Artist Talk dan Art Workshop yang terbuka untuk pengunjung. Seniman dan kurator akan berbagi proses kreatif dan filosofi karya mereka.

Pameran “Art for Peace and a Better Future” diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan, memperluas apresiasi seni rupa, dan meneguhkan kontribusi seni dalam pembangunan berkelanjutan.

“Kami mengajak masyarakat, pemerhati seni, pelajar, akademisi, dan rekan media untuk hadir dan merasakan langsung pengalaman artistik di ASHTA District 8, SCBD Jakarta. Pameran dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB – 22.00 WIB,” kata Ediwan menutup penjelasannya.

Pembukaan pameran dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan beberapa menteri serta pejabat lainnya. Kehadiran mereka semakin mengukuhkan pentingnya pameran ini bagi Indonesia.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang