KSAD Simanjuntak Antar Jenderal Tandyo Jabat Wakil Panglima TNI

20 Agustus 2025, 07:44 WIB

Jenderal Tandyo Budi Revita resmi menjabat sebagai Wakil Panglima TNI. Jabatan barunya ini menandai berakhirnya masa tugasnya sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Prosesi perpisahan dan serah terima tugas berlangsung khidmat di lingkungan TNI AD.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, memimpin langsung tradisi pengantaran tugas ini pada Selasa, 19 Agustus. Acara ini menandai secara resmi keberangkatan Jenderal Tandyo dari Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad). Kehadiran KSAD dalam acara ini menunjukkan penghormatan dan penghargaan atas dedikasi Jenderal Tandyo selama bertugas di TNI AD.

Dalam pidato perpisahannya, Jenderal Tandyo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh prajurit TNI AD. Ia memohon maaf atas segala kekurangan selama bertugas. Jenderal Tandyo menekankan pentingnya kerja sama tim dalam mencapai keberhasilan di lingkungan TNI AD.

Berikut kutipan lengkap pidato perpisahan Jenderal Tandyo: “Saya mohon maaf apabila dalam perbuatan, tutur kata, tingkah laku dan juga belum bisa berkontribusi secara maksimal terhadap TNI Angkatan Darat, dan sekali lagi itu adalah kekurangan saya pribadi. Dan kalau itu adalah sesuatu yang bisa dihasilkan karya Angkatan Darat, itu adalah kerja bersama-sama karena tidak ada suatu produk yang dihasilkan oleh orang-perorang.”

Jenderal Tandyo juga menekankan pentingnya komitmen seluruh prajurit TNI dalam memperkuat sistem pertahanan negara. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo dalam memperkuat pertahanan Indonesia. Program-program modernisasi alutsista dan perekrutan prajurit baru menjadi bukti komitmen tersebut.

Lebih lanjut, Jenderal Tandyo membahas pentingnya Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Ia menjelaskan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan di pulau-pulau besar dan gugusan pulau-pulau strategis merupakan prioritas utama. Keberhasilan pemerintahan dalam membentuk 100 batalyon baru dalam waktu 390 hari menjadi contoh nyata implementasi Sishankamrata.

“Kita memiliki sishankamrata dengan doktrin turunannya, yaitu sistem pertahanan pulau-pulau besar dan gugusan pulau-pulau strategis yang harus kita bangun bersama. Hal ini telah terbukti, dalam kurun waktu 390 hari masa kepemimpinannya, presiden mampu mewujudkan pembangunan 100 batalyon baru. Inilah implementasi nyata dari sishankamrata,” jelas Jenderal Tandyo.

Sebelum meninggalkan Mabesad, Jenderal Tandyo melakukan penghormatan dan penciuman Panji TNI AD, Kartika Eka Paksi. Upacara ini merupakan simbol pengabdian dan loyalitasnya terhadap TNI AD dan negara. Tindakan ini juga menegaskan komitmennya untuk selalu menjaga kehormatan dan kejayaan bangsa Indonesia.

Pengangkatan Jenderal Tandyo sebagai Wakil Panglima TNI menunjukkan kepercayaan tinggi pimpinan TNI terhadap kemampuan dan integritasnya. Kariernya di TNI AD yang cemerlang menjadikannya figur yang tepat untuk menduduki posisi strategis ini. Publik berharap Jenderal Tandyo dapat menjalankan tugas barunya dengan baik dan berkontribusi besar bagi kemajuan TNI.

Pergantian kepemimpinan di tubuh TNI AD juga diharapkan dapat membawa angin segar bagi modernisasi dan peningkatan kemampuan pasukan. Dengan adanya Jenderal Tandyo di posisi Wakil Panglima TNI, diharapkan sinergi antara Angkatan Darat dan seluruh unsur TNI lainnya semakin kuat dan efektif. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik yang kompleks.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang