Gorontalo – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah, Farwan Manoppo, memberikan klarifikasi terkait foto dirinya bersama almarhum Mohammad Jaksen yang beredar di berbagai media dan media sosial. Foto tersebut memunculkan spekulasi liar hingga menyeret namanya seolah-olah terkait dengan peristiwa meninggalnya almarhum saat mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).
Farwan menegaskan, keberadaannya di lokasi kegiatan hanya sebatas menghadiri undangan resmi sebagai Ketua HMJ Sejarah. Foto yang beredar diambil setelah acara pembukaan Diksar, bukan saat kejadian naas berlangsung.
“Saya hadir dalam pembukaan tersebut karena diundang secara resmi. Foto itu diambil kebetulan bersama almarhum yang juga merupakan adik jurusan saya (junior). Tidak ada keterkaitan saya dengan peristiwa meninggalnya almarhum Mohammad Jaksen,” jelas Farwan, Minggu (22/9/2025).
Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang menyebarkan foto dengan memberi tanda lingkaran pada dirinya dan Ketua Umum Mapala, sehingga menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
“Dalam kondisi seperti ini, seharusnya oknum-oknum yang menyebarkan foto lebih berhati-hati. Foto tersebut seolah-olah membuat saya dipandang sebagai tersangka. Itu jelas merugikan dan tidak benar,” tegasnya.
Farwan juga mengecam narasi dan fitnah yang ditujukan kepadanya terkait tragedi tersebut. Menurutnya, hal itu bukan hanya mencederai nama baik pribadi, tetapi juga menambah beban psikologis di tengah suasana berduka.
Meski merasa dirugikan, Farwan menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya almarhum Mohammad Jaksen. Ia menilai, kegiatan pengkaderan seperti Diksar seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter dan pengenalan organisasi, bukan malah berujung pada kehilangan nyawa.
“Peristiwa ini harus menjadi evaluasi bagi semua organisasi mahasiswa di kampus. Kegiatan pengkaderan jangan sampai lagi memakan korban jiwa di kemudian hari,” pungkasnya.







