Tojo Una-Una – Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Tojo Una-Una, Fadli Lahalik, mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap kader GMNI oleh oknum staf Kantor Bupati dan anggota Satpol PP Kabupaten Tojo Una-Una saat aksi peringatan Hari Tani Nasional, Selasa (24/09/2024).
Aksi unjuk rasa damai yang digelar oleh kader GMNI Tojo Una-Una di depan Kantor Bupati sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pertanian di daerah, berubah menjadi kericuhan setelah terjadi tindakan represif dari aparat. Kader GMNI, Fatul Ulum Lahalik, menjadi korban pemukulan oleh salah satu staf kantor bupati, sementara kader lainnya, Afandi, mengalami pencekikan oleh anggota Satpol PP.
Fadli Lahalik menyayangkan tindakan kekerasan yang menimpa para mahasiswa yang hanya ingin menyampaikan aspirasi terkait keluhan petani.
“Adik-adik GMNI hanya ingin menyampaikan kritik kepada Pemda Touna terkait nasib petani. Mengapa mereka diperlakukan seperti penjahat kemanusiaan?” ungkapnya dengan tegas.
Ia mendesak Pemda Tojo Una-Una untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang melakukan kekerasan tersebut.
“Saya berharap agar Pemda memberikan sanksi kepada oknum yang terlibat dalam tindakan premanisme ini,” tambah Fadli.
Selain itu, Fadli juga meminta Kapolres Kabupaten Tojo Una-Una untuk mengawal kasus ini hingga tuntas dan memberikan tindakan tegas kepada anggota kepolisian yang terlibat dalam insiden pemukulan.
“Tindakan represif seperti ini tidak seharusnya terjadi di ruang publik. Kapolres harus memastikan keadilan bagi para korban kekerasan ini,” pungkasnya.







