Istana Akhirnya Beri Sinyal! ID Wartawan CNN Dikembalikan, Ada Apa Ya?

1 Oktober 2025, 17:09 WIB

**ID Pers Istana Dikembalikan, Kemerdekaan Pers Kembali Jadi Sorotan**

Drama seputar kemerdekaan pers di lingkungan Istana Kepresidenan akhirnya menemukan titik terang. Setelah sempat memicu kritik tajam, kartu identitas (ID) liputan khusus Istana milik jurnalis CNN Indonesia TV, Diana Valencia, resmi dikembalikan. Langkah ini menjadi sinyal positif dari Istana dan menunjukkan komitmen untuk menjaga etika jurnalistik.

Pengembalian ID Pers Istana ini dipimpin langsung oleh Yusuf Permana, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Setpres), pada Senin (29/9/2025) di Istana, Jakarta. Hadir pula dalam momen tersebut Pemred CNN TV Titin Rosmasari dan perwakilan Dewan Pers. Langkah ini dianggap sebagai upaya nyata dari Istana untuk meredam polemik yang sempat memanas.

**Istana Prioritaskan Dialog dan Jamin Tak Ada Kejadian Serupa**

Yusuf Permana menjelaskan bahwa pengembalian ID pers Istana kepada Diana Valencia adalah hasil tindak lanjut dari komunikasi yang konstruktif antara Istana, pihak media, dan Dewan Pers. Pertemuan ini bahkan diprioritaskan hingga harus menggeser jadwal penting kepresidenan.

Yusuf menegaskan bahwa Istana terbuka untuk berkomunikasi dua arah. Ketika Diana ingin berkomunikasi, Istana langsung merespons dengan ajakan bertemu. Pertemuan tersebut diprioritaskan sebagai langkah tindak lanjut setelah adanya komunikasi dengan Dewan Pers.

Yusuf Permana mengungkapkan bahwa meskipun pada hari itu ada kegiatan acara bersama dengan Presiden Prabowo Subianto, pertemuan dengan CNN lebih diprioritaskan.

Pihak Setpres juga memberikan klarifikasi tegas mengenai jenis kartu yang sempat ditarik. Yusuf menegaskan bahwa yang diambil hanyalah ID khusus yang berfungsi sebagai akses liputan di lingkungan Istana, bukan kartu identitas profesional Diana sebagai seorang jurnalis.

Akses liputan Diana Valencia di Istana secara resmi dipulihkan dengan kembalinya ID tersebut. Yusuf Permana pun memberikan jaminan bahwa insiden pencabutan kartu pers Istana yang terjadi beberapa hari lalu tidak akan terulang kembali.

**Dewan Pers Desak Pemulihan Akses, Buntut Pertanyaan Sensitif**

Semua polemik ini bermula karena Diana Valencia mengajukan pertanyaan tajam kepada Presiden Prabowo Subianto soal kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Isu tersebut sedang menjadi sorotan publik. Tak heran, pencabutan ID pers memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Sehari sebelum pengembalian kartu, Dewan Pers meminta Istana untuk segera memulihkan akses liputan jurnalis tersebut. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyampaikan sikap tegas melalui siaran pers tertulisnya pada Minggu (28/9/2025).

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyampaikan:

“Dewan Pers meminta agar akses liputan wartawan CNN Indonesia yang dicabut segera dipulihkan sehingga yang bersangkutan dapat kembali menjalankan tugas jurnalistiknya di Istana.”

Dewan Pers juga mengingatkan semua pihak, terutama lembaga negara, untuk menjunjung tinggi dan menghormati kemerdekaan pers, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam konteks demokrasi, pers berperan sebagai pilar keempat dan kontrol sosial yang vital.

**Mengapa Kemerdekaan Pers Begitu Penting?**

Tindakan pencabutan ID pers Istana, meskipun sudah dikoreksi, menjadi pengingat penting tentang betapa rapuhnya iklim kebebasan pers. Lalu, mengapa kemerdekaan pers sangat krusial?

* **Wujud Kedaulatan Rakyat:** UU Pers Pasal 2 menegaskan bahwa kebebasan pers adalah manifestasi dari kedaulatan rakyat. Ini berarti, kebebasan pers bukan hanya hak istimewa jurnalis, tetapi juga hak masyarakat untuk tahu (the public’s right to know).
* **Kontrol Sosial yang Efektif:** Tanpa pers yang independen dan berani mengkritik, potensi penyalahgunaan kekuasaan akan meningkat. Jurnalisme yang berani bertanya tentang isu krusial seperti MBG adalah wujud nyata dari fungsi pengawasan ini.
* **Penyedia Informasi yang Akurat:** Di tengah arus disinformasi yang masif, pers profesional bertanggung jawab menyediakan informasi yang akurat dan berimbang. Hal ini sangat penting agar masyarakat dapat membuat keputusan politik atau sosial yang cerdas.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi kita semua. Melindungi jurnalis adalah suatu keharusan. Kunci terjaminnya kemerdekaan pers terletak pada dialog terbuka antara media dan pemerintah, serta penegakan hukum yang tegas terhadap segala bentuk intimidasi terhadap jurnalis. Tujuannya adalah agar pers dapat terus menjadi mitra kritis yang membantu negara.

*Drama ID Pers Istana* ini akhirnya selesai. Salut untuk Dewan Pers dan Istana yang membuka diskusi. Tetap ikuti terus berita terkini dari berbagai isu di media sosial.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang