PENADATA.COM TOJO UNA-UNA – Di tengah arus zaman yang kian dinamis, sebuah momentum intelektual pecah di Aula Dinas Pariwisata pada Minggu (25/01/2026).
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Tojo Una-una menggelar Pelantikan Komisariat Serentak yang dirangkaikan dengan Dialog Publik bertajuk: “Refleksi Demokrasi Hari Ini: Merawat Kebebasan, Menjaga Kedaulatan.”
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan sebuah ikhtiar batin untuk menggali kembali hakikat kekuasaan rakyat.
Sebagaimana filosofi bahwa “Demokrasi tanpa dialektika adalah raga tanpa jiwa”, GMNI mencoba membedah sejauh mana kebebasan hari ini benar-benar menghamba pada kepentingan rakyat (kedaulatan).
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sebagai narasumber utama, Nidaul yang merupakan Anggota KPU Kabupaten Tojo Una-una Divisi Teknis Penyelenggaraan. Dalam paparannya, Nidaul menegaskan bahwa kedaulatan adalah ruh yang menghidupkan raga negara, ia tidak boleh hanya menjadi narasi di atas kertas, melainkan harus berdenyut dalam setiap kebijakan yang memihak pada kemanusiaan.
Dirinya juga mengajak para kader GMNI untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah, tapi menjadi kompas moral di tengah badai disinformasi.”
”Merawat kebebasan adalah tentang memberi ruang bagi akal sehat untuk tumbuh, sementara menjaga kedaulatan adalah memastikan bahwa pemilik rumah (rakyat) tetap memiliki kunci atas masa depannya sendiri,” ungkapnya dalam diskusi yang dipandu secara apik oleh Yenn selaku moderator.
Pelantikan komisariat serentak ini menjadi simbol regenerasi perjuangan. Bagi GMNI, organisasi adalah kawah candradimuka tempat para kader ditempa untuk menjadi “Penyambung Lidah Rakyat”.
Kebebasan yang direfleksikan dalam dialog ini bukanlah kebebasan tanpa arah, melainkan kebebasan yang bertanggung jawab—sebuah kebebasan yang berakar pada bumi pertiwi dan menjulang tinggi demi keadilan sosial.
Dialog publik ini menyisakan sebuah pesan mendalam: bahwa demokrasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah proses belajar yang tak kunjung usai. Menjaga kedaulatan memerlukan kewaspadaan yang abadi, dan merawat kebebasan memerlukan keberanian untuk terus bertanya.







