Berujung Ricuh, Aliansi Perempuan Merdeka Sayangkan Tindakan Represif Aparat Keamanan

Gorontalo-Aksi demontrasi di gelar oleh aliansi dalam rangka memperingati hari perempuan sedunia (Rabu,08/03/2023).

Aksi demontrasi aliansi ini menggelar aksi mulai dari kampus IAIN menuju bundaran HI dengan puluhan masa Aksi dari beberapa perwakilan organisasi LMND, HMI, PMII LMID

Aksi di mulai dari pukul 15:30 waktu Indonesia tengah, dengan penyampaian2 orasi dari tiap perwakilan organisasi yang tergabung dalam aliansi

“Aksi demontrasi yang kami gelar ini sebagai bentuk perlawanan kaum perempuan atas penindasan terhadap kami, tentunya di momentum hari perempuan sedunia ini bukan hanya sekedar mengingatkan kita kembali para pejuang2 perempuan di jaman dulu, melainkan ini sebagai bentuk bahwa kaum perempuan harus dan wajib terlibat pada setiap agenda2 politik bahkan perkembangan bangsa ini, apalagi kita tahu bersama maraknya intimidasi terhadap perempuan maka sudah saat nya kami melawan. ungkap ketua departemen perempuan LMND Rahmawati Radjak dalam orasinya.

Aksi masih berlanjut dalam keadaan kondusif dengan orasi orasi serta tuntutan - tuntutan yang mereka bawakan, Pada pukul 17:45 massa aksi mulai membakar ban dengan mengibarkan bendera - bendera perjuangan, aksi bakar ban ialah pertanda semangat perjuangan

Masa Aksi mulai berbenturan dengan aparat keamanan saat masa aksi ingin di bubarkan oleh pihak keamanan, mengingat menjelang sholat magrib serta melanggar SOP unjuk rasa "Pantauan reporter

Aksi Dorong dorong an pun terjadi hingga terjadi Aksi tindakan represif yang di lakukan oleh pihak keamanan terhadap massa aksi dalam pembubaran masa Aksi.

“saya ketua departemen perempuan LMND Gorontalo sangat menyayangkan serta mengecam atas tindakan yang di lakukan oleh aparat keamanan terhadap Massa aksi kami, bahkan ada beberapa kartini kartini masa aksi yang terkena pukulan serta ada yang di tangkap dan di pukuli ” Ungkap Rahmawati moderator Aksi

tentunya Aksi yang kami gelar dengan membawa beberapa isu serta tuntutan - tuntutan yang sudah kami kaji. wujudkan pendidikan gratis tanpa ada diskriminasi terhadap perempuan,sahkan RUU PPRT, hapuskan budaya patriarki, laksanakan UU TPKS sesuai dengan harapan perlindungan terhadap kaum perempuan, stop perundungan anak dan perempuan, pungkas " Mona "

Masa aksi aliansi  balik menuju ke titik kumpul untuk melakukan evaluasi bersama massa aksi, sementara itu masa aksi yang di tahan telah di bebaskan oleh pihak keamananan, Pantauan Reporter.

Penulis : Putra

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang