Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Tojo Una-Una (AMARAH) Gelar Aksi Damai, Suarakan Isu Daerah dan Nasional

2 September 2025, 18:53 WIB

(Foto:Ist)

Tojo Una-Una – Ratusan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMARAH) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD , Senin (1/9/2025). Aksi ini dipelopori oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) dan masyarakat setempat.

Turut bergabung dalam aksi tersebut perwakilan dari HMI, PMII, KNPI, HMTS, HMMI Daerah Sulteng, serta IMM. Mereka berjalan bersama menuju kantor DPRD Tojo Una-Una untuk menyampaikan berbagai tuntutan yang mencakup isu daerah maupun isu nasional.

Koordinator lapangan, Rivaldiansyah, menegaskan bahwa aksi ini harus dilakukan secara damai tanpa tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas umum. Ia juga membacakan sejumlah poin tuntutan yang disampaikan massa kepada pemerintah daerah dan DPRD Tojo Una-Una.

“Kami hadir bukan untuk merusak, tapi untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Pemerintah daerah harus segera merespon dan mengevaluasi isu-isu penting yang menjadi keresahan rakyat,” tegas Rivaldiansyah di hadapan massa aksi.

Dalam orasinya, massa Rivaldiansyah juga menyoroti beberapa persoalan mendesak di Kabupaten Tojo Una-Una, antara lain:

* Pelayanan kesehatan yang dinilai belum merata.

* Infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang masih minim, termasuk gedung kampus yang tidak memadai.

* Kebutuhan percepatan pembangunan di sejumlah wilayah pelosok.

Masa aksk mendesak agar pemerintah daerah memberikan solusi konkret terhadap persoalan tersebut demi kesejahteraan masyarakat.

Selain isu lokal, massa aksi AMARAH juga mengangkat sejumlah isu nasional. Beberapa tuntutan yang mereka sampaikan di antaranya:

* Evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar diprioritaskan di daerah pelosok.

* Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.

* Mengusut tuntas kasus kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas terlindas mobil polisi dalam aksi demonstrasi 28 Agustus 2025.

* Menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR.

* Mendesak pencopotan Kapolri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi sebelumnya.

Aksi AMARAH mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Bupati Tojo Una-Una bersama anggota DPRD hadir dan memberikan tanggapan atas pertanyaan serta tuntutan yang disuarakan mahasiswa dan masyarakat.

Pihak eksekutif maupun legislatif berjanji akan mengevaluasi aspirasi yang disampaikan dan mencari langkah solutif untuk menjawab persoalan daerah maupun isu nasional yang menjadi perhatian publik.

Meski membawa banyak tuntutan kritis, aksi demonstrasi AMARAH berlangsung damai dan tertib. Massa aksi membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan aspirasi mereka, tanpa adanya insiden anarkis maupun kerusakan fasilitas umum.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang