BONE BOLANGO, PENADATA.COM – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kesbangpol Bone Bolango berinisial (H) kini tengah menjadi sorotan publik. Dalam situasi yang seharusnya memerlukan empati dan rasa tanggung jawab, oknum ini justru terlihat lebih mementingkan citra diri dibandingkan nyawa manusia yang terancam akibat masalah yang ia timbulkan.
Persoalan ini bermula ketika oknum ASN tersebut terlibat dalam kasus pinjaman finance dari salah satu masyarakat yang ada Di Bone Bolango. Bukannya berupaya mencari solusi atau menunjukkan penyesalan, ia malah sibuk menangkis tuduhan dan memutarbalikkan fakta. Ironisnya, di tengah semua itu, ada nyawa seseorang yang terancam, menciptakan kecemasan di kalangan masyarakat.
Reaksi Keras dari Aktivis
Fajri Langgene, seorang aktivis di Bone Bolango, dengan tegas mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan oknum ASN tersebut. “Bagaimana bisa seorang abdi negara lebih mementingkan citra diri daripada nyawa seseorang?” tegasnya, mempertanyakan integritas dan moralitas oknum yang bersangkutan.
Desakan agar oknum tersebut bertanggung jawab semakin menguat. Namun, hingga saat ini, ia masih enggan untuk memberikan klarifikasi, terus bersembunyi di balik berbagai alasan yang tidak berdasar.
Pelanggaran Etika yang Serius
Tindakan membiarkan korban sekarat jelas merupakan pelanggaran etika dan kemanusiaan yang mendasar. Hal ini juga melanggar kewajiban integritas dan keteladanan yang seharusnya dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan termasuk dalam pelanggaran berat terhadap etika dan disiplin sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 94 Tahun 2021.
Situasi ini menjadi tamparan keras bagi institusi Kesbangpol Bone Bolango, menyoroti pentingnya etika dan integritas bagi setiap ASN. Publik kini menuntut keadilan dan berharap kasus ini dapat dijadikan pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Harapan untuk Tindakan Nyata
Seorang pengamat meminta kepala Kesbangpol Bone Bolango untuk segera melakukan evaluasi terhadap anggotanya yang diduga tidak beretika. “Korban sudah masuk rumah sakit, tetapi oknum tersebut masih mementingkan citra dan nama baik,” ujarnya. Ia menegaskan, orang-orang seperti ini perlu dikeluarkan agar institusi dapat berfungsi dengan baik. Jika tidak, kepala Kesbangpol seharusnya mundur secara terhormat jika tidak mampu menangani anggotanya.
Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango diharapkan segera mengambil tindakan sebelum masalah ini berkembang menjadi lebih serius. Terlebih lagi, persoalan yang berkaitan dengan pinjaman yang mengancam nyawa seseorang dan menciptakan stres akibat ulah oknum ASN tersebut.
“Saya memiliki bukti-bukti yang kuat dan tidak akan ragu untuk membawanya ke ranah hukum jika pemerintah daerah tidak mampu menangani perkara ini,” tegas aktivis tersebut, menunjukkan keseriusannya dalam menuntut keadilan.







