PENADATA.COM, GORONTALO – Panggung demokrasi kampus kembali hidup dalam atmosfer intelektual saat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan debat calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Namun tahun ini, sorotan tertuju pada pasangan calon AKSARA 02, yakni Sahril Anwar Tialo dan Arfan Walangadi, yang hadir dengan visi progresif dan narasi kebangsaan mahasiswa yang menggugah.
Debat ini bukan sekadar rutinitas pemilu tahunan, tetapi menjadi cerminan arah gerak mahasiswa dalam menjawab tantangan besar transformasi pendidikan tinggi. Dalam forum yang penuh semangat itu, AKSARA 02 tampil menonjol dengan gagasan sentral: “Kolaborasi Inklusif” sebagai pilar utama menghadapi perubahan kampus.
“Bukan lagi soal ‘mau atau tidak mau’ menghadapi perubahan. Pertanyaannya kini: siapkah kita? Dan jawabannya harus kita bangun bersama,” tegas Sahril Anwar Tialo, memantik antusiasme audiens.
Visi Kuat, Komitmen Nyata
Pasangan ini mengusung visi:
“Mewujudkan gerakan mahasiswa yang kolaboratif, inklusif, dan relevan dalam menjawab tantangan transformasi kampus dan dinamika masyarakat.”
Dalam penjabaran program kerja, AKSARA 02 menekankan perlunya ekosistem kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen organisasi mahasiswa: dari organisasi intra kampus, ekstra kampus, hingga paguyuban daerah di Provinsi Gorontalo. Kolaborasi ini tidak sekadar menjadi jargon, melainkan akan direalisasikan melalui program strategis bertajuk “Ruang Bersama Mahasiswa UNG”.
“Forum ini akan menyatukan kekuatan mahasiswa lintas organisasi, mempertemukan ide, memperkuat advokasi, dan menjadi jembatan menuju perubahan konkret,” lanjut Sahril.
Menjawab Tantangan dengan Sinergi
Bagi AKSARA 02, BEM bukanlah alat birokratis semata, melainkan motor penggerak perubahan dan penyambung lidah mahasiswa. Melalui sinergi antarorganisasi, mereka ingin membuktikan bahwa mahasiswa bisa bersatu tanpa memandang latar belakang afiliasi.
Wakil Presiden Cawapres Arfan Walangadi menggarisbawahi pentingnya keterlibatan semua pihak.
“Kita ingin gerakan mahasiswa yang terbuka, bukan tertutup. Gerakan yang hadir di tengah masyarakat, bukan yang hanya bergerak di balik meja organisasi,” ungkap Arfan dengan penuh semangat.
Menarik Dukungan Mahasiswa
Gagasan AKSARA 02 mendapat respons positif dari banyak kalangan. Banyak mahasiswa menilai pendekatan inklusif dan partisipatif yang mereka tawarkan sebagai angin segar bagi BEM UNG. Bukan hanya menjanjikan perubahan, tapi menghadirkan arah baru yang lebih mengakar, membumi, dan menyatukan.
Di tengah tantangan globalisasi pendidikan, birokratisasi kampus, dan jarak antara mahasiswa dengan pengambilan kebijakan, AKSARA 02 hadir membawa “politik gagasan”—bukan sekadar politik pencitraan. Mereka tidak bicara soal siapa yang paling berkuasa, tapi siapa yang paling bisa menyatukan.
Mengapa Layak Didukung?
- Kolaboratif: Mengajak seluruh organisasi mahasiswa bersatu dalam satu ekosistem strategis.
- Inklusif: Tidak ada yang ditinggalkan. Semua suara dihitung, semua gagasan didengar.
- Relevan: Menjawab isu nyata kampus dan masyarakat dengan solusi nyata berbasis gerakan.
- Transformatif: Mengubah BEM menjadi aktor utama perubahan institusional di UNG.
Ajak Kawanmu, Wujudkan Perubahan!
Dukungan Anda bukan hanya memilih Sahril dan Arfan. Tapi memilih arah baru gerakan mahasiswa UNG yang inklusif, berani, dan bermakna. Mari wujudkan BEM sebagai simpul kekuatan mahasiswa sejati—bergerak bersama, untuk kampus, dan untuk masa depan!
Pilih AKSARA 02. Karena perubahan dimulai dari keberanian untuk berkolaborasi.







