Polri merespons tuntutan masyarakat yang sebagiannya ditujukan pada lembaga tersebut. Sebanyak 17 tuntutan utama dan 8 tuntutan tambahan diajukan, beberapa di antaranya menargetkan kinerja Polri.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selalu menekankan pentingnya penerimaan kritik bagi institusi Polri. Hal ini disampaikan Trunoyudo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Polri, menurutnya, berkomitmen untuk menjadi organisasi modern yang terbuka terhadap masukan publik.
“Yang selanjutnya adalah terkait apa yang menjadi tuntutan dalam era demokrasi tentu Bapak Kapolri selalu menegaskan. Polri diharapkan menjadi organisasi yang modern. Dan salah satunya adalah ciri dari organisasi menuju modern adalah menerima kritikan. Polri tidak anti kritik,” ujar Trunoyudo pada Senin, 8 September 2025.
Trunoyudo memandang semua masukan masyarakat sebagai bentuk kepemilikan dan tanggung jawab publik terhadap Polri. Lembaga ini, tegasnya, terus melakukan evaluasi menyeluruh dan intensif terhadap kinerja internal.
“Tentu melakukan evaluasi secara menyeluruh dan intens serta juga dalam pelaksanaan tindakan kepolisian itu dilakukan pengawasan baik internal maupun eksternal,” tambahnya. Pengawasan eksternal, lanjutnya, juga melibatkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan media massa sebagai kontrol sosial.
Dari 17 tuntutan utama, tiga di antaranya ditujukan kepada Polri dengan tenggat waktu hari itu juga. Tuntutan tersebut meliputi pembebasan demonstran yang ditahan, penghentian kekerasan polisi dengan kepatuhan pada Standar Operasional Prosedur (SOP), dan penangkapan serta proses hukum transparan bagi anggota dan komandan yang melakukan dan memerintahkan kekerasan serta pelanggaran HAM.
Satu tuntutan dari delapan tuntutan tambahan dengan jangka waktu satu tahun juga menyasar Polri. Tuntutan tersebut menuntut reformasi kepemimpinan dan sistem di kepolisian agar lebih profesional dan humanis.
Polri berkomitmen untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi internal dan eksternal yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan Polri yang modern, profesional, dan humanis. Lembaga ini menghargai kritik dan masukan publik sebagai bagian penting dari proses perbaikan dan peningkatan kinerja.







