Scroll untuk baca artikel
Opini Publik

“Menuju 2024 TOUNA”

×

“Menuju 2024 TOUNA”

Sebarkan artikel ini

Penulis:

Email: [email protected]

ADVERTISMENT
SCROLL KEBAWAH UNTUK LIHAT KONTEN

Menuju berjuta poster, baliho, serta janji para politisi mulai membanjiri sudut jalanan dunia nyata dan bebagai sosial media dunia maya. Prediksi kemenangan, berlomba-lomba dalam menaikan elektabilitas individu dan kendaraannya (partainya) serta isu-isu miring yang bertujuan mematahkan salah satu calon yang di nilai akan berkompetisi. Ya, hal itu merupakan bumbu-bumbu dari pesta demokrasi di negara yang merdeka pada 17 Agustus 1945 silam dengan sebutannya INDONESIA.

Penebaran janji manis dan rayuan para politisi mulai mendatangi masyarakat perkotaan hingga ke pedesaan. “sekeluarga sehat-sehat?”, apa masalah di kampung ini yah?”, “jika saya yang akan terpilih saya akan buat begini begitu dan sebagainya” kurang lebih narasi narasi yang akan lahir seperti itu. Janji dan rayuan tersebut lebih mudah marasuki kaum-kaum kelas bawah seperti para petani, nelayan dan kaum buruh yang mungkin karena tingkat pendidikannya berada dalam ketegori bawah dan desakan ekonomi yang lemah.

Kabupaten Tojo Una-Una merupakan salah satu daerah yang juga akan turut meramaikan pesta demokrasi ini, dimulai dari Pemilu Legislatif (PILEG) hingga Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA). Momentum ini tidak hanya di nantikan oleh para politisi untuk memeperebutkan kursi, namun juga para masyarakat yang menginginkan adanyan revolusi. Seperti pada umumnnya, baliho, flayer, serta benda-benda sponsor dari salah satu calon yang digadangkan akan bertarung mulai terlihat di bumi sivia patuju.

“Orang lama akan mempertahankan tahtanya sedangkan orang baru akan membangun istananya”

Sebagai seorang anak muda dari Desa terpencil, penulis melihat Tojo Una-Una masih banyak  hal yang perlu di renovasi jika perlu di rekontruksi. Berdasarkan Data dari Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah tahun 2022, Kabupaten Tojo Una-Una menempati posisi kedua kabupaten miskin di Sulawesi Tengah dengan persentase 16,12 persen atau 25.330 jiwa dari total penduduk. Tiga tahun terakhir angka kemiskinan di Tojo Una-Una tidak menunjukan kenaikan yang signifikan, Persentasi penduduk miskin Tojo Una-Una 16,39 persen (2020), 16,60 persen (2021), dan 16,12 persen (2022). Apa kabar potensi sumber perikanan, pariwisata dan sumber daya pertanian yang katanya melimpah?.

Tidak hanya berputus sampai disitu Kabupaten yang berdiri sendiri berdasarkan pada UU No. 32 Tahun 2003 ini, memiliki Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2021 sebesar 3,44 persen poin. Angka ini naik sebesar 0,60 dibandingkan dengan Agustus 2020 sebesar 2,84 persen poin (Sumber: BPS , 2021). Hal ini yang kemudian harus menjadi perhatian pemangku kebijakan hari ini untuk bisa memperkecil angka pengangguran terbuka di Kabupaten Tojo Una-Una sebelum masa kepemimpinannya hari ini selesai.

Hal indah lain yang bisa di saksikan secara mata telanjang yaitu infrastruktur khususnya jalanan yang berada di Kabupaten Tojo Una-Una. Presiden RI Jokowi Mengatakan dengan tegas bahwa ”pembangunan infrastruktur jalan itu penting untuk mendukung arus mobilitas barang dan orang. Mobilitas yang lancar akan membantu menurunkan biaya logistik dan harga barang di pasara-pasar”. Rekomendasi jalan-jalan INDAH di Tojo Una-Una ada di Kecamatan Wabes, Wakep, Kecamatan Togean.

Semoga para calon-calon yang akan bertarung di legislatif dan eksekutif Tojo Una-Una mendatang sudah memahami masalah-masalah yang perlu diselesaikan di bumi sivia patuju ini serta sudah menyiapkan langkah kongkrit terhadap masalah yang ada, karena Indonesia ini banyak orang pintar tapi sedikit yang jujur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *