5 Rempah Tradisional Yang Bisa Dijadikan Pewarna Alami Kue Lebaran Yang Sehat

24 Maret 2025, 04:59 WIB

PENADATA.COM – Lebaran tak hanya identik dengan hidangan utama seperti ketupat, opor, atau rendang saja, namun perayaan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa juga kerap dimeriahkan dengan berbagai jenis kue, baik kering maupun basah.

Salah satu bahan yang paling umum digunakan dalam pembuatan kue adalah pewarna. Pewarnaan digunakan untuk memperindah tampilan kue, sehingga tampak lebih menarik dan lezat bagi yang melihatnya.

Demi kenyamanan, banyak orang memilih menggunakan sintetis karena mudah didapat di pasaran. Namun, meskipun diatur oleh BPOM untuk memastikan keamanannya, pewarna sintetis masih menimbulkan potensi risiko , terutama bagi individu yang sensitif.

Menurut situs web Pusat Distrik Klatten, penggunaan sintetis dapat menyebabkan berbagai efek samping, termasuk alergi, masalah pencernaan, dan risiko kanker. Hal ini disebabkan proses pembuatannya menggunakan bahan kimia, bukan bahan alami.

Untuk menghindarinya, Anda dapat mengganti sintetis dengan bahan alami, seperti tradisional. Tidak hanya lebih aman bagi Anda karena berasal dari sumber alami, -rempah tradisional dapat memberikan rasa yang unik dan manfaat tambahan bagi tubuh Anda.

Berikut ini beberapa rempah-rempah tradisional yang bisa dijadikan pewarna alami saat membuat :

1. Kunyit

Kunyit, secara ilmiah dikenal sebagai Curcuma longa, adalah rempah-rempah yang banyak digunakan sebagai pewarna alami dalam masakan dan kue. Kandungan kurkumin dalam kunyit menghasilkan warna kuning cerah yang dapat digunakan untuk mewarnai kue seperti kue bolu kukus, nasta, atau kue lapis. 

Untuk mendapatkan warna alami dari kunyit, Anda dapat menggiling rempah tersebut, menyaring airnya, atau merebusnya untuk mengekstrak warnanya.

2. Daun Pandan

Daun pandan, yang secara ilmiah bernama Dracaena angustifolia, sering digunakan dalam pembuatan kue tradisional, terutama kue yang mengharuskan warna hijau, seperti klepon, kue lapis, dan putu ayu. 

Warna hijau pada daun damar lebih pekat dibandingkan dengan warna hijau pada daun pandan, sehingga lebih efektif sebagai pewarna alami. Untuk menggunakannya, campurkan daun damar dengan sedikit air lalu saring untuk mendapatkan ekstrak.

3. Mengalahkan

Meski bentuknya seperti buah, bit sebenarnya bagian dari keluarga umbi-umbian. Tanaman yang secara ilmiah dikenal sebagai Beta vulgaris ini merupakan sumber pewarna alami yang menghasilkan warna ungu-merah. 

Pewarna bit sangat cocok untuk membuat kue atau jeli red velvet alami dengan warna menarik. Sangat mudah digunakan. Yaitu, Anda tinggal memarut bit, memeras sarinya, lalu mencampurkannya ke dalam adonan kue.

4. Bunga telang

Clitoria ternatea atau bunga telang dikenal sebagai pewarna alami yang menghasilkan warna ungu-biru. Warna ini dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis kue, termasuk kue bolu, lapis lazuli, dan puding. 

Untuk mendapatkan warna biru alami, rendam bunga telang dalam air panas hingga warna birunya larut, lalu gunakan dalam adonan kue.

5. Kayu Cendana Merah

Pohon secang atau Caesalpinia sappan merupakan salah satu pewarna alam yang sering digunakan untuk membuat minuman tradisional seperti wedang uwuh. Pohon safir menghasilkan warna merah muda yang menarik dan dapat digunakan untuk membuat kue. 

Untuk menggunakannya, rebus gubalnya hingga air berubah warna, lalu aduk air rebusan tersebut ke dalam adonan kue.

Lebaran merupakan saat yang tepat untuk berbagi dan menebarkan kasih sayang kepada sesama. Salah satu caranya adalah dengan menyajikan hidangan yang lebih sehat, seperti yang menggunakan pewarna alami.

Lebih baik menggunakan pewarna rempah alami. Selain menyehatkan, tetapi juga menambah penampilan menarik pada hidangan perayaan istimewa apa pun.

#LocalAsri #ArahkanAksrikanIndonesia #TribunNetwork #MataLokalMenjangkauIndonesia

 

 

 

 

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang