Red September Kripto: Benarkah Bitcoin Hancur? Sejarah Mengerikan Terungkap

30 Agustus 2025, 17:39 WIB

**Kutukan September: Benarkah Pasar Kripto Selalu Merah?**

Bulan September identik dengan penurunan harga aset kripto. Istilah “Red September” yang digunakan para trader menggambarkan tren negatif yang konsisten hampir setiap tahun. Apakah prediksi ini selalu akurat? Mari kita telusuri.

Fenomena ini bukan sekadar mitos. Sejak 2013, Bitcoin mencatat rata-rata penurunan 3,77% setiap September. Data ini berasal dari berbagai sumber kredibel seperti Coinglass, CoinMarketCap, dan CryptoQuant. Namun, apakah tren ini akan berlanjut?

**Jejak Merah September di Wall Street dan Kripto**

Red September berakar dari Wall Street. Pasar saham AS kerap mengalami kinerja terburuk di bulan ini. Indeks S&P 500, misalnya, menunjukkan rata-rata *return* negatif sejak 1928. Tren ini kemudian “menular” ke pasar kripto.

Alasannya? Investor institusional kini aktif di kedua pasar. Tekanan makro di Wall Street langsung berdampak pada kripto. Pasar kripto beroperasi 24/7, sehingga tekanan jual cepat menyebar, khususnya jika melibatkan likuidasi posisi *leverage* atau transaksi besar dari *whale*.

**Kinerja Bitcoin di September (2013-2024): Data Menarik**

Berikut data kinerja Bitcoin di September dari 2013 hingga 2024 (sumber: Coinglass dan CoinMarketCap):

| Tahun | Harga Awal September | Harga Akhir September | Persentase Perubahan |
|—|—|—|—|
| 2013 | USD 120 | USD 137 | +14,2% |
| 2014 | USD 477 | USD 386 | -19,1% |
| 2015 | USD 232 | USD 236 | +1,7% |
| 2016 | USD 572 | USD 600 | +4,9% |
| 2017 | USD 4.690 | USD 4.293 | -8,5% |
| 2018 | USD 7.061 | USD 6.625 | -6,2% |
| 2019 | USD 9.626 | USD 8.243 | -14,4% |
| 2020 | USD 11.663 | USD 10.778 | -7,6% |
| 2021 | USD 47.153 | USD 43.825 | -7,0% |
| 2022 | USD 20.049 | USD 19.431 | -3,0% |
| 2023 | USD 25.900 | USD 26.970 | +4,1% |
| 2024 | USD 26.000 | USD 27.980 | +7,6% |

Dari 12 tahun, Bitcoin hanya naik 4 kali di September. Rata-rata penurunan mencapai -3,77%, meski lima tahun terakhir membaik menjadi -2,55%.

**Faktor Pemicu Penurunan Harga di Bulan September**

Beberapa faktor konsisten memicu tekanan jual:

* **Rebalancing Dana Investasi:** Banyak manajer dana menutup tahun fiskal di September, menjual aset untuk mengunci keuntungan atau memanfaatkan *tax-loss harvesting*.
* **Kembali dari Libur Musim Panas:** Trader profesional kembali beraktivitas dan merevaluasi portofolio, seringkali memicu aksi jual aset berisiko.
* **Ketidakpastian dari The Fed:** Rapat FOMC hampir selalu digelar September. Ketidakpastian suku bunga mendorong investor untuk menghindari aset berisiko.
* **Psikologi Pasar:** Menurut Yuri Berg dari FinchTrade kepada Decrypt, Red September bisa jadi “ramalan yang terpenuhi sendiri”. Keyakinan akan penurunan harga mendorong penjualan dini dan menciptakan penurunan tersebut.

**Prediksi untuk September 2025: Akankah Kutukan Berlanjut?**

Data awal menunjukkan tekanan jual. Bitcoin di bawah USD 110.000 di akhir Agustus 2025, volume rendah, dan Crypto Fear and Greed Index menurun ke angka 52.

Namun, ada sinyal positif. Bitcoin naik di September 2023 dan 2024. Adopsi institusional, ETF Bitcoin spot, dan regulasi yang lebih baik dapat meningkatkan stabilitas.

“Mitos ini dulunya masuk akal saat pasar kecil. Sekarang pasar sudah tumbuh. Jangan biarkan sejarah mengendalikan keputusan hari ini.” kata Ben Kurland, CEO DYOR.

Red September tetap peringatan, bukan hukum mutlak. Perubahan pasar bisa membalikkan tren. Jika September negatif, ada Oktober (“Uptober”) yang secara historis lebih sering menunjukkan kenaikan Bitcoin.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang