Rahasia Cuan Melimpah: Koperasi Desa Merah Putih Milik Siapa?

9 September 2025, 18:28 WIB

Model bisnis Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menjanjikan keuntungan besar. Fokusnya pada penyediaan barang konsumsi pokok memastikan pasar yang terjamin. Hal ini ditegaskan Eliza Mardian, Peneliti Centre on Reform on Economics (CORE).

Pasar barang konsumsi pokok selalu ada, terutama jika harganya kompetitif. Kopdes Merah Putih menawarkan harga lebih murah karena pasokan langsung dari produsen besar seperti Pertamina, Bulog, dan Pupuk Indonesia. Sistem ini memangkas rantai distribusi dan menstabilkan harga.

“Ditambah lagi barang-barang kebutuhan pokok tersebut langsung dipasok oleh produsennya, ini akan memangkas rantai distribusi, ketersediaannya dapat terjaga, dan harganya relatif stabil,” ujar Eliza seperti dikutip ANTARA, Kamis 17 Juli 2025.

Pemangkasan rantai distribusi hingga 2-3 lapis menghasilkan penghematan biaya hingga 15-20 persen. Keuntungan ini didapat dari margin yang sebelumnya dinikmati perantara. Model bisnis Kopdes Merah Putih serupa dengan minimarket desa, mengutamakan volume tinggi dengan margin rendah.

Dengan populasi desa rata-rata 3.000-5.000 jiwa, Kopdes Merah Putih dapat meraup pendapatan dari berbagai lini usaha. Penjualan LPG 3 kg saja berpotensi menghasilkan keuntungan Rp1-3 juta per bulan.

Perhitungan ini berdasarkan penjualan 500-1.000 tabung LPG 3 kg per bulan, dengan laba Rp2.000-Rp3.000 per tabung. Di sektor pupuk, dengan cakupan 500-1.000 hektare sawah dan margin 5-10 persen dari penjualan tahunan Rp500 juta, keuntungan dapat mencapai Rp25-50 juta per tahun.

Sementara itu, penjualan sembako dengan volume Rp50-100 juta per bulan dan margin 10 persen, menghasilkan keuntungan sekitar Rp5-10 juta per bulan. Lebih dari 81.100 desa dan kelurahan telah membentuk Kopdes/Kel Merah Putih, sekitar 77.900 di antaranya telah berbadan hukum.

Koperasi-koperasi ini akan menjalankan berbagai unit usaha, termasuk gerai sembako, penjualan LPG dan pupuk bersubsidi, klinik dan apotek desa, pergudangan, logistik, dan unit simpan pinjam. Selain itu, Kopdes Merah Putih didorong untuk mengembangkan bisnis sesuai potensi masing-masing desa.

Pemerintah optimistis Kopdes Merah Putih juga berpotensi menjadi offtaker bagi produk-produk masyarakat desa. Potensi keuntungan yang signifikan dan cakupan luas menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai model bisnis yang menjanjikan bagi perekonomian desa.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang