Pertamina: Kontribusi Rp400 Triliun, Strategi Ganda Kuatkan Energi Nasional

20 Agustus 2025, 19:27 WIB

PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai swasembada energi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy) menjadi kunci utama dalam visi Pertamina untuk menjadi perusahaan yang tangguh, andal, dan ramah lingkungan.

Melalui kontribusinya selama tujuh dekade, Pertamina berupaya menjadi perusahaan yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan ini juga berperan aktif dalam menggerakkan perekonomian nasional, baik secara langsung maupun melalui efek berganda (multiplier effect) dari kegiatan pengelolaan energi dan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL). Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menekankan komitmen ini dalam sebuah diskusi.

“Sekaligus, menggerakkan perekonomian nasional melalui dampak langsung maupun multiplier effect dari kegiatan pengelolaan energi dan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL),” ungkap Arya. Pernyataan ini menegaskan bagaimana Pertamina tidak hanya fokus pada energi, tetapi juga pada dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Dalam sektor hulu, Pertamina berperan penting sebagai tulang punggung energi nasional dengan mengelola 24 persen blok migas di Indonesia. Perusahaan ini memenuhi 69 persen kebutuhan minyak nasional dan 37 persen kebutuhan gas. Subholding upstream, Pertamina Hulu Energi (PHE), mencatatkan produksi migas mencapai 1,04 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD), terdiri dari produksi minyak 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas 2.798 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Di sektor midstream, kilang-kilang Pertamina mampu memenuhi 70 persen kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Pertamina bahkan mampu memproduksi diesel dan avtur secara mandiri. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Pertamina juga memastikan ketersediaan energi hingga ke pelosok negeri, terutama BBM dan LPG. Hingga akhir 2024, Pertamina telah mengoperasikan lebih dari 15 ribu titik penjualan BBM, lebih dari 6.700 gerai Pertashop, dan 573 lokasi BBM Satu Harga yang menjangkau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Jaringan distribusi yang luas ini memastikan akses energi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Titik pangkalan LPG juga mencapai lebih dari 260 ribu di seluruh Indonesia, serta 96 persen desa melalui program One Village One Outlet (OVOO),” tambah Arya. Program ini mendemonstrasikan komitmen Pertamina dalam pemerataan akses energi di seluruh pelosok Tanah Air.

Kontribusi Pertamina terhadap perekonomian nasional juga signifikan, terlihat dari besarnya kontribusi pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen. Pada tahun 2024, Pertamina berkontribusi Rp 401,74 triliun kepada negara, terdiri dari pajak Rp 275,68 triliun dan PNBP Rp 116,7 triliun. Selain itu, penyerapan produk dalam negeri (PDN) mencapai Rp 415 triliun, yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Keberadaan Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pertamina juga menjadi salah satu BUMN dengan kontribusi terbesar dalam penerimaan negara, inilah kiprah kami dalam membangun dan memajukan Indonesia,” jelas Arya. Pernyataan ini menggarisbawahi peran vital Pertamina dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Ke depannya, Pertamina akan terus meningkatkan bisnisnya, sejalan dengan target pemerintah dalam swasembada energi. Dukungan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) diharapkan dapat memperkuat dan mempercepat pencapaian target tersebut. Investasi dan pengembangan bisnis akan difokuskan pada strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy).

Strategi pertumbuhan ganda ini mencakup penguatan bisnis eksisting dan pengembangan bisnis hijau. Pertamina akan fokus pada perluasan dan pengembangan ekosistem biofuel, ekspansi bisnis dan peningkatan kapasitas energi panas bumi (geothermal), hilirisasi produk kimia, serta bisnis rendah karbon lainnya.

“Dual Growth Strategy menjadi kunci bisnis Pertamina saat ini, untuk menjaga ketahanan energi dan keberlangsungannya. Kami terus berusaha meningkatkan pasokan energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, dan pada saat bersamaan aktif mengembangkan energi masa depan yakni energi hijau,” tegas Arya. Pernyataan ini menunjukkan visi Pertamina yang berwawasan ke depan, menyeimbangkan kebutuhan energi saat ini dengan pengembangan energi berkelanjutan.

Selain strategi pertumbuhan ganda, Pertamina juga berkomitmen kuat pada prinsip Environment, Social, Governance (ESG). Perusahaan ini berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 dengan mendorong program-program yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen ESG diimplementasikan di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Pertamina, sebagai pemimpin dalam transisi energi, berupaya menjadi perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Penerapan prinsip-prinsip ESG ini akan menjadi landasan Pertamina dalam mewujudkan visi ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang