Bank Mandiri Dorong Ketahanan Pangan Nasional lewat Petani Kebumen

14 Agustus 2025, 12:33 WIB

Bank Mandiri berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan petani Indonesia. Program Kewirausahaan Petani mereka bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan, dari hulu hingga hilir. Inisiatif ini melibatkan teknologi pertanian modern yang ramah lingkungan, memastikan praktik pertanian berkelanjutan dan peningkatan mutu hasil panen.

Sebagai contoh nyata, Bank Mandiri bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam sebuah proyek percontohan di Desa Gondanglegi, Kebumen. Program Tanam Bersama Pembinaan Petani Kebumen, yang diluncurkan pada 13 Agustus, memberikan pendampingan komprehensif kepada 30 petani lokal. Pendampingan meliputi seluruh proses penanaman padi, dari pra-tanam hingga panen, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan kualitas beras premium.

Hendrianto Setiawan, Senior Vice President Government Project Bank Mandiri, menjelaskan bahwa sinergi dengan UGM mencakup pembinaan petani selama masa tanam 3 (MT 3) tahun 2025. Program ini memperkenalkan teknologi-teknologi inovatif untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian.

“Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan dan memperkuat posisi petani dalam rantai pasok. Langkah strategis ini merupakan komitmen Bank Mandiri untuk menjadi bagian dari solusi menuju kemandirian pangan Indonesia,” ujar Hendrianto.

Teknologi inovatif yang diperkenalkan meliputi penggunaan varietas padi unggul Gamagora 7, metode irigasi hemat air Alternate Wetting and Drying (AWD), dan pemanfaatan biochar untuk memperbaiki kualitas tanah. Selain itu, program ini juga mengimplementasikan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) melalui pemanfaatan agensi hayati.

Sebelum masa tanam, Bank Mandiri telah memberikan pelatihan kepada petani pada Juli 2025. Pelatihan ini mencakup pembuatan booster pengembangan bacillus, teknik AWD, dan pembuatan pupuk organik biochar. Hal ini menunjukkan keseriusan Bank Mandiri dalam mempersiapkan petani untuk menghadapi tantangan dalam proses budidaya padi.

Setelah panen, gabah akan diserap langsung oleh PT Mitra Desa Kebumen (MDK), pengelola Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) Kebumen. SPBT Kebumen, hasil kolaborasi TJSL Bank Mandiri dan Pertamina sejak 2021, memungkinkan penyerapan gabah langsung dari petani, meningkatkan efisiensi distribusi dan nilai jual hasil panen.

Kehadiran SPBT ini sangat penting, karena menjamin petani mendapatkan harga yang pantas atas hasil kerja keras mereka. Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan petani dapat lebih sejahtera dan terbebas dari praktik-praktik yang merugikan.

Bank Mandiri menekankan pentingnya pertanian modern, inovatif, dan terintegrasi sebagai fondasi ketahanan pangan. Program ini selaras dengan agenda pembangunan nasional dan cita-cita kemandirian pangan Indonesia. Program ini juga sejalan dengan semangat HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”.

“Melalui pembinaan petani ini, Bank Mandiri kembali menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui sinergi antara dunia usaha, akademisi, pemerintah daerah, dan para petani di lapangan,” kata Hendrianto Setiawan. Pernyataan ini menyoroti pentingnya kolaborasi multi pihak dalam mencapai tujuan ketahanan pangan nasional. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi program serupa di daerah lain di Indonesia. Dengan dukungan inovasi teknologi dan kemitraan yang kuat, Indonesia dapat melangkah lebih maju menuju ketahanan pangan yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.penadata.com/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang