Dibalik gemerlap trofi dan kejayaan Inter Milan di era Treble Winner, tersimpan kisah perjuangan seorang bek tangguh asal Rumania, Cristian Chivu. Ia adalah salah satu pilar kunci yang membantu Nerazzurri mendominasi Italia dan Eropa.
Namun, di balik kesuksesan tersebut, Chivu tak menampik bahwa dirinya sempat mengalami periode yang sangat berat selama berkarier di Giuseppe Meazza. Perjalanan kariernya di Inter bukan tanpa liku dan tantangan besar yang menguji mental serta fisiknya.
Awal Karier Gemilang dan Kedatangan ke San Siro
Sebelum bergabung dengan Inter Milan pada tahun 2007, Cristian Chivu telah dikenal luas sebagai salah satu bek tengah paling menjanjikan di Eropa. Ia mengawali karier profesionalnya di Romania, sebelum hijrah ke Ajax Amsterdam.
Di Ajax, Chivu berkembang pesat dan menarik perhatian klub-klub besar, hingga akhirnya berlabuh di AS Roma. Bersama Giallorossi, ia semakin memantapkan reputasinya sebagai bek serbabisa, tangguh, dan memiliki kemampuan leadership yang kuat.
Transfernya ke Inter Milan senilai sekitar 16 juta Euro menandai ambisi besar Nerazzurri untuk memperkuat lini pertahanan. Ekspektasi publik dan manajemen pun sangat tinggi terhadap pemain yang dikenal dengan tekel bersih dan visi permainannya ini.
Masa-Masa Sulit: Adaptasi dan Cedera Horor
Seperti banyak pemain baru, Chivu butuh waktu untuk beradaptasi dengan sistem dan tekanan di Inter Milan. Meskipun ia segera menunjukkan kualitasnya, tantangan terbesar datang pada awal tahun 2010.
Dalam sebuah pertandingan Serie A melawan Chievo Verona, Chivu mengalami insiden mengerikan. Ia bertabrakan keras dengan striker Chievo, Sergio Pellissier, yang mengakibatkan cedera retak tengkorak kepala.