Liburan Selesai Kok Malah Galau? Waspada Post Holiday Blues, Ini Dia Trik Ampuhnya!

Setelah menikmati momen liburan panjang yang penuh tawa dan kebebasan, seringkali kita justru dihadapkan pada perasaan aneh: sedih, lesu, bahkan enggan kembali ke rutinitas. Perasaan ini bukan sekadar ‘males’ biasa, melainkan fenomena yang dikenal luas sebagai (PHB).

PHB adalah sebuah kondisi psikologis temporer yang ditandai dengan perasaan murung, cemas, atau sedih setelah periode liburan, terutama yang berlangsung lama. Ini adalah respons alami tubuh dan pikiran terhadap perubahan drastis dari relaksasi ke tekanan pekerjaan atau aktivitas harian.

Apa Itu Post Holiday Blues (PHB)?

, atau juga dikenal sebagai post-vacation blues, adalah kondisi umum yang dialami banyak orang setelah kembali dari liburan. Ini bukan diagnosis klinis resmi, melainkan istilah deskriptif untuk serangkaian emosi negatif.

Perasaan ini sering muncul karena tubuh dan pikiran perlu waktu untuk menyesuaikan diri kembali ke jadwal dan tuntutan sehari-hari. Sensasi “kehilangan” kebebasan dan kegembiraan liburan bisa sangat memengaruhi suasana hati.

Gejala Umum Post Holiday Blues

  • Perasaan sedih, murung, atau hampa
  • Kecemasan atau kegelisahan yang meningkat
  • Sulit berkonsentrasi pada pekerjaan atau tugas
  • Kurang energi atau mudah merasa lelah
  • Sulit tidur atau perubahan pola tidur
  • Nafsu makan berubah (meningkat atau menurun)
  • Iritabilitas atau mudah marah
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati

Mengapa PHB Terjadi?

Ada beberapa alasan mengapa PHB bisa menyerang kita. Salah satu faktor utamanya adalah perubahan hormon dan neurotransmitter di otak. Saat liburan, kita cenderung lebih rileks, tidur cukup, dan melakukan aktivitas yang meningkatkan produksi hormon kebahagiaan seperti dopamin dan serotonin.

Begitu liburan usai, stimulasi positif ini berkurang drastis, menyebabkan penurunan tajam pada kadar hormon tersebut. Ini bisa memicu perasaan sedih atau lesu, mirip dengan efek “withdrawal” ringan.

Selain itu, terdapat faktor psikologis. Selama liburan, kita menikmati kebebasan dari rutinitas, tekanan, dan tanggung jawab. Kembali ke realitas berarti kembali pada setumpuk pekerjaan, tenggat waktu, dan harapan yang terkadang terasa berat.

Ekspektasi yang tidak realistis terhadap liburan juga bisa berperan. Jika liburan tidak sesuai dengan yang dibayangkan, kekecewaan bisa bercampur dengan keengganan , memperparah PHB. Saya pribadi sering merasa lebih berat kembali bekerja setelah liburan yang super seru karena rasanya belum puas!

Halaman Selanjutnya :Jangan Panik! Ini Cara Ampuh Mengatasi Post Holiday Blues
Komentar
maks. 1000 karakter

    Jadilah yang pertama berkomentar.