Kabar duka cita yang beredar sempat menggemparkan banyak pihak, terutama para penggemar sepak bola dan dunia bisnis di Indonesia. Media-media memberitakan bahwa klub Italia Como 1907 menyampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Michael Bambang Hartono.
Dalam laporan tersebut, tersirat ungkapan rasa syukur mendalam dari klub berjuluk I Lariani itu. Mereka menyatakan, “Kami bersyukur dimiliki beliau,” sebuah pernyataan yang kuat dan penuh makna.
Namun, informasi tersebut ternyata menyimpan sebuah kesalahpahaman. Michael Bambang Hartono, salah satu dari dua bersaudara pemilik Djarum Group yang terkenal, sebenarnya masih dalam kondisi sehat walafiat dan aktif menjalankan bisnisnya.
Sebuah Kesalahpahaman yang Terkuak: Michael Bambang Hartono Masih Sehat
Pernyataan duka dari Como 1907 yang sempat menjadi sorotan publik ini kemungkinan besar berasal dari kesalahpahaman pada pemberitaan lama. Pada tahun 2018, Como 1907 memang pernah menyampaikan belasungkawa.
Namun, ucapan tersebut bukanlah untuk Michael Bambang Hartono, melainkan untuk ibunda dari Mirwan Suwarso. Mirwan Suwarso sendiri saat itu adalah representasi dari Mola TV, yang menjadi bagian dari grup kepemilikan Hartono.
Oleh karena itu, penting untuk meluruskan bahwa Michael Bambang Hartono, figur sentral di balik Grup Djarum dan salah satu orang terkaya di Indonesia, hingga kini masih aktif dan sehat. Kabar wafatnya adalah sebuah kekeliruan informasi.
Keluarga Hartono dan Akuisisi Sensasional Como 1907
Terlepas dari kesalahpahaman kabar duka, satu hal yang pasti adalah hubungan erat antara keluarga Hartono dengan Como 1907. Akuisisi klub sepak bola Italia ini oleh Grup Djarum melalui SENT Entertainment pada tahun 2019 adalah salah satu langkah investasi paling menarik dari konglomerat Indonesia.
Keluarga Hartono, yang dipimpin oleh Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, dikenal luas sebagai pemilik Djarum Group, sebuah imperium bisnis yang merambah berbagai sektor. Mulai dari rokok, perbankan (BCA), elektronik (Polytron), properti, hingga e-commerce.
Langkah mereka mengakuisisi Como 1907 bukan tanpa alasan. Klub yang berbasis di tepi Danau Como yang indah ini memiliki sejarah panjang namun sempat terpuruk. Akuisisi ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Como dan menjadikannya platform global.
Dari Keterpurukan Menuju Harapan Baru
Sebelum diambil alih oleh keluarga Hartono, Como 1907 sempat mengalami kebangkrutan beberapa kali dan bahkan pernah berkompetisi di kasta bawah Liga Italia, Serie D. Situasi finansial yang tidak stabil mengancam kelangsungan hidup klub.
