Scroll untuk baca artikel
News

7.510 Jemaah Haji akan Berangkat Besok, Pemerintah: Suhu Madinah 41 Derajat, Perbanyak Minum

×

7.510 Jemaah Haji akan Berangkat Besok, Pemerintah: Suhu Madinah 41 Derajat, Perbanyak Minum

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama (Kemenag) RI, Akhmad Fauzin mengatakan bahwa pemerintah mengimbau para jemaah Haji yang akan pergi ke tanah suci untuk menyiapkan diri secara baik.

Hal ini untuk mengantisipasi suhu panas yang tengah terjadi di Arab Saudi yang mencapai 41 derajat Celcius.

ADVERTISMENT
SCROLL KEBAWAH UNTUK LIHAT KONTEN

Oleh karena itu, para jemaah Haji diimbau untuk selalu menjaga kesehatan sebelum keberangkatan.

Ada 3 hal utama yang diingatkan pemerintah agar kondisi tubuh para jemaah tidak mudah lelah maupun sakit saat menjalankan ibadah Haji 1444 Hijriah/2023 Masehi.

Mulai dari istirahat yang cukup, makan tepat waktu dan perbanyak mengkonsumsi air putih.

Terutama bagi gelombang pertama yang diberangkatkan ke Madinah al-Munawwaroh yang dimulai pada 24 Mei 2023, mereka akan menjalani Arbain atau salat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, sebelum diberangkatkan ke Mekkah.

“Pemerintah mengimbau seluruh jemaah haji untuk selalu menjaga kesehatan dengan istirahat cukup, makan tepat waktu, dan perbanyak minum. Saat ini, suhu di Madinah mencapai 41 derajat celcius,” kata Akhmad Fauzin, dalam Konferensi Pers Penyelenggaraan Ibadah Haji 1444 H/2023 M, di kanal YouTube Kemenag RI, Selasa (23/5/2023).

Ia pun menyebut bahwa pada penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini, total ada 7.510 jemaah dari 19 (kelompok terbang) kloter yang berangkat pada Rabu besok atau 24 Mei 2023.

“Total ada 7.510 jemaah yang akan berangkat pada 24 Mei 2023. Mereka terbagi dalam 19 kloter,” jelas Akhmad Fauzin.

Terkait 19 kloter itu tergabung dalam 8 embarkasi, meliputi:

1.Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) berjumlah 4 kelompok terbang.

2.Embarkasi Solo (SOC) 4 kelompok terbang.

3.Embarkasi Makassar (UPG) 2 kelompok terbang.

4.Embarkasi Aceh (BTJ) 1 kelompok terbang.

5.Embarkasi Medan (KNO) 1 kelompok terbang.

6.Embarkasi Batam (BTH) 2 kelompok terbang.

7.Embarkasi Surabaya (SUB) 3 kelompok terbang.

8.Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) 2 kelompok terbang.

Para jemaah Haji Indonesia akan diberangkatkan ke tanah suci menggunakan dua maskapai.

Maskapai pertama adalah maskapai pelat merah Garuda Indonesia dan maskapai kedua adalah Saudia Airlines.

“Jemaah Haji Indonesia akan diberangkatkan menuju Arab Saudi dengan menggunakan dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines,” kata Akhmad Fauzin.

Khusus Garuda Indonesia, kata dia, akan membawa jemaah yang berasal dari 9 embarkasi, termasuk Jakarta-Pondok Gede.

“Maskapai Garuda Indonesia akan mengangkut jemaah yang berasal dari sembilan embarkasi, yaitu Aceh, Medan, Padang, Jakarta-Pondok Gede, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Lombok,” jelas Akhmad Fauzin.

Sedangkan jemaah yang diangkut Saudia Airlines nantinya berasal dari 5 embarkasi termasuk Jakarta.

Total ada 14 embarkasi yang digunakan dalam penyelenggaraan ibadah Haji tahun ini.

“Maskapai Saudia Airlines akan mengangkut jemaah yang berasal dari lima embarkasi, yaitu Batam, Palembang, Jakarta, Surabaya dan Kertajati,” pungkas Akhmad Fauzin.

Akhmad Fauzin pun menyebutkan sederet proses yang akan dijalani para jemaah Haji, termasuk memperoleh living cost senilai 750 Saudi Arabia Riyal (SAR).

Hal itu karena penyelenggaraan ibadah Haji 1444 Hijriah/2023 Masehi telah dimulai dengan masuknya para jemaah Haji ke Asrama Haji mulai hari ini, 23 Mei 2023 dan diberangkatkan ke tanah suci mulai Rabu besok, 24 Mei 2023.

“Sebelum jadwal keberangkatan, seluruh jemaah haji akan transit terlebih dahulu di asrama haji,” papar Akhmad Fauzin.

Selanjutnya, para jemaah ini akan menjalani cek kesehatan hingga pemberian living cost selama berada di Arab Saudi.

“Kemudian, jemaah akan dilakukan cek kesehatan, pemberian gelang identitas, pemberian paspor, visa dan tiket pesawat, serta pemberian living cost,” jelas Akhmad Fauzin.

Ia menyebut living cost yang diberikan pada masa Haji tahun ini adalah senilai 750 Saudi Arabia Riyal (SAR) atau setara Rp 3 juta.

“Untuk tahun ini, jemaah memperoleh living cost senilai 750SAR,” papar Akhmad Fauzin.

Ada 14 embarkasi yang digunakan dalam penyelenggaraan ibadah Haji tahun ini.

“Terdapat 14 embarkasi yang digunakan selama penyelenggaraan ibadah haji 1444 Hijriah/2023 Masehi,” tutur Akhmad Fauzin.

Sedangkan masa penyelenggaraan ibadah ini dimulai pada hari ini, para jemaah akan diberangkatkan secara bertahap ke Madinah Al-Munawwaroh mulai 24 Mei 2023.

Sementara terkait 14 embarkasi yang digunakan, berikut kodenya:

1.Embarkasi Banda Aceh (BTJ)

2.Embarkasi Medan (MES)

3.Embarkasi Padang (PDG)

4.Embarkasi Batam (BTH)

5.Embarkasi Palembang (PLM)

6.Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG)

7.Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS)

8.Embarkasi Solo (SOC)

9.Embarkasi Surabaya (SUB)

10Embarkasi Banjarmasin (BDJ)

11.Embarkasi Balikpapan (BPN)

12.Embarkasi Makassar (UPG)

13.Embarkasi Lombok (LOP)

14.Embarkasi Kertajati (KJT)

Perlu diketahui, pada ibadah Haji 2023, Indonesia memperoleh 221.000 kuota jemaah Haji.

Rinciannya adalah 203.320 kuota jemaah Haji reguler serta 17.680 kuota jemaah Haji khusus.

Pemberangkatan jemaah Haji asal Indonesia ini akan dilakukan dalam dua gelombang.

Pada gelombang pertama, para jemaah Haji masuk ke Asrama Haji pada 23 Mei 2023.

Kemudian mereka akan diberangkatkan secara bertahap ke Madinah Al-Munawwarah mulai 24 Mei 2023.

“Operasional penyelenggaraan Haji 1444 Hijriah/2023 Masehi dimulai pada hari ini, Selasa. Ditandai dengan masuknya jemaah Haji Indonesia ke 8 embarkasi dan akan diberangkatkan pada Rabu, 24 Mei 2023,” jelas Akhmad Fauzin.

Di Madinah Al-Munawwarah, para jemaah Haji ini akan menjalani Arbain atau salat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, sebelum diberangkatkan ke Mekkah.

Lalu untuk jemaah Haji yang terjadwal masuk pada gelombang kedua, mereka akan masuk ke asrama mulai 7 Juni 2023 dan secara bertahap diberangkatkan ke Jeddah mulai 8 Juni 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerja Sama Pengelolaan Dana dan Asuransi Peserta Dana Pensiun
Bisnis

Jakarta, 5 Desember 2023 – Dana Pensiun LembagaKeuangan (DPLK) Syariah Muamalat menjalin kerja samapengelolaan dana kompensasi pasca kerja dan asuransi pesertadana pensiun dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan PT AsuransiTakaful Keluarga. Pelaksana Tugas Pengurus Utama DPLK Syariah MuamalatKadar Budiman mengatakan, kerja sama ini adalah bentuksinergi antara DPLK Syariah Muamalat dengan Bank Muamalat sebagai pendiri, BPKH sebagai Pemegang SahamPengendali (PSP) Bank Muamalat dan sekaligus memperkayafitur produk DPLK Syariah Muamalat dengan cover asuransijiwa peserta dana pensiun….