,

Rakyat Sulawesi Tenggara Menggugat Bantah Tudingan Penyanderaan Mobil Truk saat Aksi BBM

La Ode Mustawwadhaar Selasa, 06 September 2022

 

Foto : Kelompok Cipayung Plus (HMI, PMII, GMNI, LMND, HMI MPO) saat melakukan aksi unjuk rasa tolak kenaikan harga BBM diatas sebuah mobil kontainer di simpang empat Pasar Baru Wuawua Selasa (7/9/2022)/PenaData (PT. Pena Data Media).

Kendari Sultra, PenaData.com - Kelompok Cipayung Plus yakni HMI, PMII, GMNI, LMND, HMI MPO, dan IMM yang tergabung dalam Rakyat Sulawesi Tenggara Menggugat, mengaku resah dengan adanya pemberitaan sejumlah media online yang menyebutkan bahwa mereka telah melakukan penyanderaan terhadap dua mobil.

Penyanderaan itu disebutkan terjadi saat mereka melakukan aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada dua mobil melintas di simpang empat Pasar Baru Wuawua Kota Kendari, Senin (5/9/2022).

Soal penyanderaan itu dibantah langsung oleh mereka saat melakukan aksi lanjutan Selasa (6/9/2022) kepada awak media yang menemui mereka ditempat yang sama.

Ketua GMNI Kota Kendari, Ahmad Arfan perwakilan dari pengunjuk rasa memberikan bantahan atas pemberitaan itu. Kata dia, itu bukanlah penyanderaan tetapi insiatif dari Para Sopir yang secara sukarela  mengizinkan untuk memberikan tempat kepada para pengunjuk rasa naik berorasi diatasnya.

"Kami tegaskan kepada media bahwa kami tidak melakukan penyanderaan. Justru yang terjadi, saat kami menahan kedua mobil tersebut dan meminta izin untuk berorasi diatasnya, Pak sopir dengan sukarela mempersilahkan tanpa ada paksaan," ujarnya, Selasa (6/9/2022).

Di tempat yang sama pada aksi lanjutan, Selasa (5/9/2022), terjadi hal yang sama dengan berhentinya satu mobil truk kontainer yang dipakai Para pengujuk rasa untuk berorasi di perempatan Pasar Baru Wuawua Kota Kendari.

Sopir mobil truk kontainer tersebut, saat ditanya oleh awak media, apakah ia tersandera? Ia menjawab bahwa ia melakukan pemberhentian mobil tanpa ada tekanan karena ia juga terdampak akibat dari kenaikan harga BBM.

"Saya secara sukarela mempersilahkan mereka naik berorasi diatas mobil tanpa ada tekanan. Kebetulan saya lagi istirahat, nanti jam 1 siang baru masuk kerja lagi. Kalau sudah jam 1 saya harus pergi dan mau tidak mau mereka harus turun dari mobil," ujar Sopir truk kontainer tersebut.

Ada sejumlah mahasiswa yang naik di atas mobil kontainer tersebut, sambil berorasi secara bergantian dan memegang bendera organisasi yang mereka bawa, setelah itu mereka turun karena Bapak Sopir akan kembali melanjutkan pekerjaan yang ia jalani.

Sebelumnya, ada dua mobil yang digunakan pada pengujuk rasa untuk berorasi diatasnya, yakini: mobil truk kontainer dan mobil truk toronton***

Laporan : Adhar.
Editor     : Adhar.
Tutup komentar

Komentar

ads-after

iklan

Baca Juga

3/random/4/baca-juga