Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Maraknya Penggunaan Material ilegal Pada Sejumlah Proyek, Aliansi Pemerhati Wakatobi Minta Kapolres Lakukan Tindak Tegas

La Ode Mustawwadhaar Sabtu, 06 Agustus 2022

Foto : Sudarton, Ketua Aliansi Pemerhati Wakatobi/PenaData (PT. Pena Data Media).

Wakatobi Sultra, PenaData.com - Maraknya penggunaan material ilegal yang dilakukan oleh Kontraktor pada sejumlah proyek di Wakatobi disoroti oleh Aliansi Pemerhati Wakatobi.

Aliansi Pemerhati Wakatobi memberikan himbauan kepada para kontraktor yang ada di Wakatobi agar menggunakan material yang legal dalam proyek yang mereka kerjakan.

Himbauan ini disampaikan oleh Aliansi Pemerhati Wakatobi melalui Ketuanya Sudarton, disela-sela konferensi persnya yang ia sampai melalui pesan Whatsapp kepada jurnalis PT. Pena Data di Sultra.

"Kami menghimbau kepada kontraktor yang sedang mengerjakan proyek atau sedang mengikuti tender agar menggunakan material pekerjaaan yang legal bukan ilegal. Berdasarkan UU No 4 Tahun 2009 dalam pasal 161 dijelaskan bahwa setiap orang yang menampung/pembeli, pengangkutan, pengolahan, dan lain-lain barang ilegal maka akan dipidana dengan penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 miliar," ujarnya, Jumat (5/8/2022).

Dari itu pula, ia meminta dengan tegas kepada Kapolres Wakatobi menindak jika ada yang menggunakan material ilegal dalam pembangunan proyek-proyek pemerintah sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

"Dari himbauan itu pula saya meminta dengan hormat dan tegas kepada Kapolres Wakatobi, jika ada kontraktor yang diduga menggunakan material ilegal untuk ditindak dengan tegas sesuai perintah undang-undang yang berlaku," tandasnya.***

Laporan : Redaksi.
Editor     : Adhar
Tutup komentar

Komentar

ads-after

Baca Juga

3/random/4/baca-juga