Iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sekda Buka Rakor UKPBJ Se-Provinsi Gorontalo

Alan Buton Rabu, 08 Juni 2022


Gorontalo -  Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba membuka rapat koordinasi (Rakor) Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) se Provinsi Gorontalo, bertempat di ruang Dulohupa Kantor Gubernuran. Selasa (7/6/2022). 

Rakor UKPBJ dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Kelola Informasi Pengadaan Barang dan Jasa (K-BAJA) yang diikuti oleh 150 peserta baik luring maupun daring.

Sekda Darda menyampaikan bahwa pengadaan barang/jasa pemerintah memiliki peran penting dalam pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk menjalankan kegiatan pengadaan barang/jasa secara akurat dan efektif untuk mendapatkan barang/jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Darda, ada empat pilar pengadaan barang/jasa yang harus dipenuhi UKPBJ, yaitu kepatuhan pada regulasi, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan juga dukungan anggaran yang memadai.

“Dengan menerapkan semua pilar ini, UKPBJ bisa sukses karena sistem pengadaan barang/jasa di lembaga pemerintahan akan tertata dengan lebih baik sebagaimana prinsip-prinsip pengadaan yang baik,” ucap Darda.

Selain itu, UKPBJ provinsi, kabupaten dan kota juga dituntut untuk dapat memaksimalkan e-Katalog lokal, bela pengadaan serta peningkatkan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

“Tolong teman-teman kabupaten kota sebisa mungkin pengadaan barang jasa nya harus produksi dalam negeri. Kemarin ada instruksi dari pak Presiden untuk penggunaan produk dalam negeri sampai pada ATK, pensil, pulpen agar ekonomi masyarakat kita meningkat,” jelas Darda.

Lebih lanjut, Darda berharap rakor UKPBJ berdampak positif bagi rekan rekan pengadaan di Provinsi Gorontalo serta dapat melahirkan satu pemahaman dalam menyikapi dinamisnya perkembangan regulasi dan peraturan yang berkaitan dengan pengadaan barang jasa.

“Kehadiran narasumber dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) bisa dimanfaatkan secara maksimal dan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Tutup komentar

Komentar

ads-before

ads-inline/3

ads-after

Baca Juga

3/random/4/baca-juga